Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cita-cita Shafira Angelina

Nama saya Shafira Angelina, waktu SMP saya dipanggil Angel, tetapi sekarang saya dipanggil Shafira karena ingin beda aja hehe. Alhamdulilah, orang tua saya masih lengkap dengan ayah saya yang bernama Sri Marsono dan ibu saya Wiwid Ayu Novita Ningrum. Pekerjaan ayah saya adalah seorang pegawai BUMN di PT KAI, sedangkan ibu saya menjadi ibu rumah tangga. Saya 2 bersaudara dengan saya yang menjadi anak pertama dan adek perempuan saya anak kedua, yang bernama Aulia Sava Khoirunnisa. Saya dan adek saya hanya terpaut 1 tahun, saya kelas 10, sedangkan adek saya kelas 9. Tempat tinggal saya berada di Jalan Gunung Jati RT 12 RW 02 Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang.

Cita-cita Shafira Angelina
Cita-cita Shafira Angelina

Sebelum membaca tentang Cita-cita Shafira Angelina, terlebih dahulu baca tentang: Cita-cita Riana Devi, Cita-cita Salwa Kireina Fawwaz, dan Cita-cita Sanitya Gandari Novriyani.

Moto hidup saya yaitu "Adab Diatas Ilmu", mengapa demikian? Karena menurut saya percuma pintar, mempunyai ilmu yang banyak, dan luas, tetapi tidak mempunyai adab, semua itu akan sia-sia saja. Adab sangatlah perlu dalam kehidupan kita, karena adab merupakan patokan hidup kita bagaimana dalam bersikap, berperilaku, bertindak, dan berucap terhadap orang disekitar kita. Adab juga menjadi pandangan awal orang terhadap diri kita.

Selama saya menempuh pendidikan disetiap jenjang yang berbeda-beda. Waktu SD, saya sangat berambisi untuk mendapatkan nilai yang terbaik, bahkan saya selalu bersaing tidak memandang siapapun yang menjadi saingan saya. Saya seperti itu karena saya ingin memberikan yang terbaik untuk orang saya dan atas tuntutan yang ibu berikan, bahwa saya harus menjadi yang paling terbaik. Saya dikenal banyak guru, dan saya sering mengikuti lomba-lomba, diantaranya lomba dokter kecil yang pada saat itu berlangsung di RS Telogorejo, Semarang. Waktu itu saya bersama partner saya bernama Ananda Nurossi dia orangnya sangat nakal, tetapi dia juga sangat pintar, dia pandai menyeimbangi antara sikap dan pendidikan. Waktu itu saya hanya bisa mencapai babak ke 2 setelah itu kita lengser. Selanjutny saya ikut lomba pramuka dibagian Sandi dan Pengetahuan l, disitu alhamdulilah kita memenangkan 2 piala, kemudian saya mengikuti OSN IPA, dan hanya sampai ditingkat kota, sebenernya masih ada lomba yang saya ikuti lagi, tetapi saya lupa. Singkat cerita, saya lulus SD dengan kelulusan yang tidak mengenakan, ada kabar duka dari wali kelas saya bahwa anak beliau meninggal dunia dan disaat yang bersamaaan kelas saya membuat masalah yang sangat besar. Waktu saya luluspun di era Covid-19 yang sangat tidak mengenakan sehingga tidak ada perpisahan.

Kemudian saya melanjutkan studi saya ke Pondok Modern Selamat Kendal, bukan tanpa alasan saya lanjut kesana, karena kehendak ayah saya yang katanya "setidaknya kamu anak perempuan, mempunyai ilmu agama dari pondok yang bisa diterapkan dikehidupan sehari-hari". Mendengar ucapan seperti itupun saya hanya bisa mengiyakannya. Waktu pertama kali saya masuk pondok, jujur saya sangat sedih karena harus mandiri sekali, jika tidak mandiri, gak akan hidup. Kehidupan di pondok menurut saya sangatlah enak, disana kita belajar banyak hal dan menjadi tahu tentang ilmu agama yang luas. Waktu pertama kali masuk SMP, saya sudah terlibat dengan angkatan saya untuk mengurus dan menjadi panitia di Angkatan 9, juga saya menjadi Komandan PMR. Jujur disaat saya menjadi Panitia dan Komandan PMR, saya tidak fokus dengan pelajaran, saya mengabaikan pelajaran, banyak hal yang harus saya lakukan untuk angkatan dan organisasi, dan itu sangat melelahkan, sampai saya menajadi sering sakit. Tetapi waktu kelas 9 awal, saya langsung mengejar materi lagi untuk menyeimbangkan antar pendidikan di sekolah dan organisasi, juga panitia angkatan, belum lagi jadwal agama yang padat, dan jadwal kajian yang sangat padat. Disitu saya hampir nyerah, karena tidak sanggup, tetapi ada teman-teman saya yang selalu mendukung saya sampai dengan sekarang. Waktu luluspun tiba, disitulah saya benar-benar berada dititik kehilangan, dimana saya harus berpisah dengan teman, sahabat, partner, guru, dan lain sebagainya, yang setiap hari 24 jam bersama, senang dan sedih bersama, makan bersama, sholat bersama, tidur bersama, nyuci bersama, kajian bersama, sekolah bersama, dan lain sebagainya. Tetapi saya tahan air mata saya waktu hari terakhir di pondok, pada saat acara pembuatan video terakhir bersama Angkatan 9, tetapi lagi-lagi hal yang tidak mengenakan terjadi dan hasilnya acara Makrab yang sudah panitia siapkanpun dibatalkan oleh pihak yayasan. Di malam sebelum kelulusanlah saya benar-benar sedih, saya langsung menangis dengan kencang. Pagi harinya dengan mata yang masih sembab, saya bangun jam 3 pagi untuk makeup acara wisuda kelulusan kelas 9. Dan pada penghujung acara ada sesi foto bersama, dan kitapun menangis bersama-sama. Disaat SMP pun saya aktif diorganisasi dan lomba-lomba. Saya mengikuti lomba OSN IPA lagi karena dipaksa oleh guru saya, dan alhamdulilahnya menang. Kemudian tidak berakhir begitu aja, saya masih disuruh ikut lomba IPA lagi tapi saya menolak karena bertepatan dengan kesibukan di PMR, tetapi guru saya tetap memaksa dan bahkan mengejar-ngejar saya pada waktu saya menghindar dengan berlari. Yang terakhir saya ikut lomba Pertolongan Pertama di PMR, dan alhamdulialah juara juga. 

Pada saat saya sudah luluspun saya sering sekali diminta tolong untuk membuka acara dipertemuan keluarga, malu sebenarnya tetapi kata mereka "ngomong didepan anggotanya saja bisa, masa ngomong didepan keluarga tidak bisa, ini juga buat nglatih diri kamu".

Saya melanjutkan studi di SMA N 8 Semarang karena murni keinginan saya sendiri, ingin beradaptasi dengan lingkungan yang baru lagi dan mencoba hal-hal yang ada di SMA N 8 Semarang, juga merasakan perjuangan betapa sulitnya melewati masa PPDB 2023.

10 kekurangan saya:
  • Kurang percaya diri.
  • Belum bisa hidup produktif.
  • Makan tidak teratur.
  • Terlalu bodo amat terhadap orang.
  • Tidak peduli terhadap lingkungan sekitar jika tidak menjadi urusanku.
  • Gengsi yang tinggi terhadap orang.
  • Tidak mau terbuka terhadap orang walaupun orang terdekat.
  • Belum bisa istiqomah jika menjalankan goals dalam hidup.
  • Labil terhadap suatu hal.
  • Pola tidur yang berantakan.

Cara mengatasi kekurangan tersebut dengan cara melakukan hal yang dimana itu menjadi kekurangan saya adalah dengan ikhlas dan tawakal.

Sosok yang menginspirasi didalam hidup saya adalah ayah saya sendiri. Kenapa demikian? Karena perjuangan beliau yang bekerja untuk keluarganya tanpa ada keluhan sedikitpun, waktu dia lelah, dia pun bilang baik-baik saja, beliau juga sosok paling sabar dan penyayang di dalam keluarga, semua keinginan dikabulkan oleh beliau. Hal yang dapat saya pelajari dari beliau adalah tidak mengeluh pada setiap hal yang kita lakukan untuk mewujudkan sesuatu yang kita inginkan.

10 tahun kedepan mungkin saya sudah menikah dengan ketentuan yang ditetapkan Allah, dan sedang menempuh karir yang sudah dibangun dari awal yang diimpi-impikan, yaitu menjadi dokter, dan membahagiakan orang tua dengan cara memberangkatkan mereka haji. Mempunyai rumah bersama suami yang dibeli atau dibangun dari hasil kerja keras kita, rumah berlantai 2, memiliki mobil 2, dan motor 2, dikelilingi oleh lingkungan yang positif vibes, tidak toxic, dan nyaman. Membangun bisnis bersama suami, hidup bahagia tanpa hambatan.

Beberapa langkah yang akan saya lakukan untuk menggapai impian saya tersebut adalah:
  1. Belajar dengan giat di kelas 10.
  2. Tidak berhenti berdoa.
  3. Selalu berusaha.
  4. Tawakal kepada Allah.
  5. Menjadi orang yang tidak pamrih.
  6. Belajar bersungguh-sungguh di kelas 11.
  7. Menyingkirikan ego.
  8. Mengedepankan keinginan.
  9. Belajar dengan serius di kelas 12.
  10. Lulus SMA dengan nilai terbaik.
  11. Berusaha produktif.
  12. Selalu konsisten.
  13. Memiliki teman yang baik.
  14. Memiliki teman yang selalu men-support.
  15. Makan dengan teratur.
  16. Mengurangi makan pedas.
  17. Tidur dengan tepat waktu.
  18. Sholat tepat waktu.
  19. Puasa sunah senin dan kamis.
  20. Murojaah.
  21. Mengurangi ghibah.
  22. Menjauhi hal-hal negatif.
  23. Aktif dalam pembelajaran.
  24. Olahraga teratur.
  25. Tidak mengeluh.
  26. Mengurangi sosmed.
  27. Tidak minder.
  28. Percaya diri dalam hal positif.
  29. Masuk Universitas terbaik.
  30. Menjauhi pertemanan toxic.
  31. Menghargai waktu.
  32. Memiliki komitmen.
  33. Fokus pendidikan.
  34. Bekerja keras.
  35. Tidak sombong.
  36. Selalu bersedekah.
  37. Rajin olahraga.
  38. Membuat jurnal.
  39. Rajin berangkat kuliah.
  40. Berat badan ideal.
  41. Ramah senyum.
  42. Selalu membantu orang yang sedang kesusahan.
  43. Hemat uang.
  44. Menjadwal waktu.
  45. Punya prinsip hidup.
  46. Bersikap tawadhu.
  47. Pantang menyerah.
  48. Melakukan segalanya dengan ikhlas.
  49. Menjadi lulusan terbaik saat kuliah.
  50. Bekerja sesuai impian.

5 komentar untuk "Cita-cita Shafira Angelina"

  1. Shafira Angelina apakah kamu sudah berhasil mewujudkan mimpimu?

    BalasHapus
  2. Shafira Angelina, tetap semangat meraih cita-citamu.

    BalasHapus
  3. Shafira Angelina, kendala apa saja yang sudah kamu temui dalam menggapai cita-citamu?

    BalasHapus
  4. Shafira Angelina apakah kamu masih berpegang pada motivasi dirimu saat ini?

    BalasHapus
  5. Shafira Angelina apakah kamu mengikuti strategi kesuksesan yang kamu buat pada tulisan ini?

    BalasHapus

Hubungi admin melalui Wa : +62-896-2414-6106

Respon komentar 7 x 24 jam, mohon bersabar jika komentar tidak langsung dipublikasi atau mendapatkan balasan secara langsung.

Bantu admin meningkatkan kualitas blog dengan melaporkan berbagai permasalahan seperti typo, link bermasalah, dan lain sebagainya melalui kolom komentar.

- Ikatlah Ilmu dengan Memostingkannya -
- Big things start from small things -