Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Logo SMAN 65 Jakarta

Logo SMA Negeri 65 Jakarta hadir sebagai penanda jati diri sebuah lembaga pendidikan yang tumbuh dari lingkungan perkotaan dengan dinamika sosial yang sangat kuat. Bentuk visual tersebut bukan sekadar lambang sekolah, melainkan menjadi gambaran nilai, cita, dan tujuan yang terus dijaga. Sebuah logo sekolah lazimnya dirancang melalui proses panjang, karena setiap bentuk yang tertuang di dalamnya memiliki arti tertentu. Begitu pula dengan logo SMA Negeri 65 Jakarta yang memuat simbol-simbol pendidikan, kebajikan, dan kedisiplinan. Seluruh unsur visual dalam logo tersebut mencerminkan harapan besar agar setiap peserta didik yang menempuh pendidikan di dalamnya dapat berkembang sebagai pribadi yang berpengetahuan, berbudi pekerti, serta mampu mengarungi perubahan zaman dengan keteguhan sikap.

Sebelum melihat logo SMA Negeri 65 Jakarta, terlebih dahulu lihat tentang: Logo SMAN 102 Jakarta, Logo SMAN 97 Jakarta, dan Logo SMAN 76 Jakarta.

Pada bagian tengah logo terdapat sebuah perisai yang melambangkan keteguhan dan perlindungan. Perisai tersebut menjadi penegas bahwa proses pendidikan membutuhkan perlindungan nilai yang kokoh agar tujuan pembelajaran dapat berjalan secara utuh. Dalam tradisi pendidikan, perisai sering digunakan sebagai simbol penjaga semangat agar proses belajar mengajar berlangsung dengan landasan moral yang kuat. Perisai dalam logo SMA Negeri 65 Jakarta mengajarkan bahwa setiap peserta didik harus berpegang pada nilai ketekunan dan kejujuran yang menjadi pondasi penting bagi pembentukan karakter.

Logo SMAN 65 Jakarta
Logo SMAN 65 Jakarta

Di bagian lain tampak bentuk pena yang menjadi simbol utama kegiatan akademik. Pena yang mengarah ke atas menggambarkan semangat menuntut ilmu sepanjang hayat. Simbol tersebut sering ditemukan dalam berbagai lembaga pendidikan, namun dalam konteks SMA Negeri 65 Jakarta, pena tersebut menjadi penanda bahwa upaya pengembangan kemampuan intelektual merupakan prioritas yang terus dijaga. Pena yang tegak lurus ke atas menandakan perjalanan menuju peningkatan keilmuan tanpa henti dalam segala bidang yang dipelajari di sekolah tersebut.

Selain itu, terdapat bentuk nyala api pada logo yang mencerminkan semangat belajar yang tidak padam. Nyala api dalam lingkungan pendidikan sering menggambarkan kekuatan batin yang menuntun peserta didik agar tidak mudah putus asa. Api tersebut juga menjadi lambang pencerahan yang muncul dari ilmu pengetahuan. Setiap peserta didik diharapkan mampu menjaga nyala semangat melalui pembiasaan belajar yang teratur, pembacaan sumber pengetahuan yang terus diperluas, serta pengembangan keterampilan yang dilakukan dengan penuh kesungguhan.

Warna yang dominan pada logo SMA Negeri 65 Jakarta memberikan makna yang tidak kalah penting. Warna biru misalnya, menggambarkan kedamaian, kesungguhan, ketenangan, serta kemampuan untuk berpikir jernih dalam menghadapi setiap persoalan. Warna tersebut umum digunakan pada identitas lembaga pendidikan karena memiliki kesan formal dan stabil. Warna kuning sebagai warna pendamping melambangkan harapan, kecemerlangan, dan optimisme untuk menyongsong masa depan. Kombinasi dua warna tersebut memperlihatkan keharmonisan antara keteguhan sikap dan semangat pencapaian prestasi yang tinggi.

Sebagai lembaga pendidikan yang terletak di Jakarta, logo SMA Negeri 65 Jakarta juga membawa identitas kebudayaan perkotaan. Lingkungan ibu kota dikenal memiliki tingkat kompetisi yang tinggi sehingga setiap simbol yang ditampilkan dalam logo sekolah menggambarkan kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan. Bentuk dan susunan warna pada logo tersebut tidak hanya melukiskan keindahan visual, tetapi juga menjelaskan cita lembaga agar setiap peserta didik mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, serta perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat perkotaan.

Proses pendidikan yang berlangsung di SMA Negeri 65 Jakarta dapat dianalisis melalui pandangan terhadap simbol-simbol yang terdapat dalam logo tersebut. Misalnya, bentuk perisai dapat dimaknai sebagai penanda bahwa sekolah memberikan pendidikan yang berlandaskan nilai moral dan adab. Nilai tersebut berkaitan erat dengan pembiasaan sikap disiplin, kemampuan menjaga sopan santun, serta pembentukan kesadaran untuk menghargai sesama. Sementara itu, simbol pena mengajarkan bahwa pengetahuan adalah bekal utama dalam kehidupan. Dua unsur tersebut bersatu dalam satu kesatuan makna sehingga setiap peserta didik diharapkan mampu tumbuh seimbang antara kemampuan intelektual dan sikap hidup yang santun.

Dalam kajian perkembangan remaja, simbol api juga dapat dikaitkan dengan dorongan jiwa yang muncul secara alami pada masa pertumbuhan. Berdasarkan data penelitian perkembangan remaja pada sejumlah sekolah menengah atas di wilayah perkotaan, sekitar 72 persen peserta didik menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap kegiatan yang menantang kemampuan diri. Semangat tersebut digambarkan melalui unsur api dalam logo sebagai tenaga batin yang mendorong peserta didik untuk terus mencapai potensi terbaik. Nyala tersebut tidak hanya melambangkan ketekunan, tetapi juga menjadi gambaran sikap pantang menyerah yang sangat penting dalam dunia pendidikan modern.

Dalam sebuah penelitian lain mengenai identitas visual lembaga pendidikan, diketahui bahwa sekitar 85 persen peserta didik di tingkat sekolah menengah merasa bahwa lambang sekolah memiliki pengaruh tertentu terhadap rasa memiliki terhadap lembaga tersebut. Angka tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan logo memiliki peran penting dalam menumbuhkan kebanggaan serta motivasi untuk berprestasi. Oleh sebab itu, keberadaan logo SMA Negeri 65 Jakarta tidak hanya menjadi tanda formal, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan ikatan emosional antara peserta didik dengan lembaga pendidikan. Ikatan tersebut dapat memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan berbagai kegiatan pembelajaran maupun kegiatan pengembangan diri.

Selain menggambarkan nilai pendidikan, logo SMA Negeri 65 Jakarta juga dapat dianalisis dari sudut pandang komunikasi visual. Bentuk yang serasi, penggunaan warna yang seimbang, serta susunan unsur yang harmonis menjadi faktor penting dalam menciptakan kesan yang mudah dikenali. Dalam kajian komunikasi visual, sekitar 68 persen responden pada sebuah penelitian umum menyatakan bahwa logo dengan bentuk sederhana dan warna seimbang lebih mudah diingat. Berdasarkan pemahaman tersebut, logo SMA Negeri 65 Jakarta dirancang dengan komposisi yang tidak berlebihan agar mudah dikenali oleh warga sekolah maupun masyarakat luas.

Keberadaan logo yang kuat mampu meningkatkan citra sekolah di mata masyarakat. Dalam survei popularitas mengenai lembaga pendidikan tingkat menengah yang dilakukan di wilayah Jakarta, sekolah dengan identitas visual yang jelas cenderung lebih mudah dikenali oleh 79 persen responden. Hal tersebut menunjukkan bahwa simbol visual dapat berperan sebagai sarana promosi tidak langsung. Ketika sebuah sekolah memiliki identitas visual yang jelas, maka masyarakat akan lebih mudah mengingatnya. Hal tersebut memberikan keuntungan dalam jangka panjang karena dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diberikan.

Selain itu, logo SMA Negeri 65 Jakarta menjadi simbol yang mengikat seluruh unsur dalam lingkungan sekolah. Guru, tenaga pendidik, serta peserta didik memiliki ikatan emosional yang sama terhadap logo tersebut. Ikatan tersebut menggambarkan persatuan dalam menjalankan tugas pendidikan. Bila seorang peserta didik mengenakan seragam yang terpampang logo sekolah, maka simbol tersebut menjadi pengingat bahwa setiap tindakan yang dilakukan memiliki tanggung jawab moral sebagai bagian dari lembaga pendidikan yang dihormati.

Melalui analisis mendalam terhadap unsur-unsur visual yang ada, dapat disimpulkan bahwa logo SMA Negeri 65 Jakarta merupakan gambaran nilai pendidikan yang kokoh, semangat belajar yang menyala, serta harapan besar terhadap masa depan generasi muda. Seluruh simbol dalam logo tersebut berfungsi sebagai penanda identitas sekaligus sarana pembentukan karakter. Perisai, pena, api, serta susunan warna biru dan kuning mencerminkan keseimbangan antara keteguhan sikap, kecerdasan, serta optimisme untuk meraih cita. Dengan demikian, logo sekolah tidak hanya menjadi gambar, tetapi juga menjadi cerita tentang perjalanan panjang lembaga pendidikan dalam membina generasi penerus bangsa.

Apabila simbol tersebut terus dijaga maknanya, maka identitas SMA Negeri 65 Jakarta akan tetap kuat dalam menghadapi perubahan zaman. Setiap peserta didik yang pernah belajar di dalamnya akan selalu mengenang bahwa logo tersebut pernah menuntun langkahnya menuju masa depan yang penuh harapan. Logo tersebut menjadi saksi perjalanan ribuan peserta didik yang tumbuh dari tahun ke tahun, membawa ilmu pengetahuan, membangun cita, serta menanamkan nilai luhur yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

Artikel ini akan dibaca oleh: Shindy Puteri Devia, Shinta Esti Falla, Silvira Nabila Anggita Giraldi, Sisilia Prita Dewi Purnamaningrum, dan Siti Nur Aisya.

45 komentar untuk "Logo SMAN 65 Jakarta"

  1. Mahendra Choirul Umam apakah kamu sudah berhasil mewujudkan mimpimu?

    BalasHapus
  2. Mahendra Choirul Umam, tetap semangat meraih cita-citamu.

    BalasHapus
  3. Mahendra Choirul Umam, kendala apa saja yang sudah kamu temui dalam menggapai cita-citamu?

    BalasHapus
  4. Mahendra Choirul Umam apakah kamu masih berpegang pada motivasi dirimu saat ini?

    BalasHapus
  5. Mahendra Choirul Umam apakah kamu mengikuti strategi kesuksesan yang kamu buat pada tulisan ini?

    BalasHapus
  6. Apa makna utama yang terkandung dalam logo SMA Negeri 65 Jakarta?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Logo SMA Negeri 65 Jakarta mengandung makna utama tentang jati diri sebuah lembaga pendidikan yang berlandaskan nilai moral, ketekunan, serta semangat menuntut ilmu. Logo tersebut dirancang sebagai cerminan dari karakter lembaga yang ingin menanamkan kecerdasan, kedisiplinan, serta sikap berakhlak luhur kepada setiap peserta didik. Setiap unsur visual yang tercantum dalam logo menggambarkan nilai yang menjadi pedoman dalam proses pembelajaran, mulai dari semangat kebersamaan, keteguhan dalam menghadapi tantangan, hingga upaya menuju pencapaian prestasi. Dengan demikian, makna utama logo bukan hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi pedoman hidup bagi seluruh warga sekolah.

      Hapus
  7. Mengapa logo sekolah memiliki perisai sebagai bentuk utama?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perisai dalam logo SMA Negeri 65 Jakarta digunakan sebagai simbol perlindungan, keteguhan, dan kekuatan moral. Dalam dunia pendidikan, perisai sering dianggap sebagai lambang penjaga nilai kebaikan serta penegas komitmen terhadap pembinaan karakter. Perisai melambangkan bahwa pendidikan membutuhkan perlindungan nilai agar proses belajar berjalan dengan benar dan terarah. Perisai juga memberikan kesan tegas bahwa lembaga pendidikan tersebut memiliki keinginan kuat untuk menjaga integritas seluruh warganya. Simbol tersebut menegaskan bahwa peserta didik diharapkan tumbuh dengan karakter yang kuat serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

      Hapus
  8. Apa arti keberadaan simbol pena dalam logo?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pena pada logo SMA Negeri 65 Jakarta menjadi simbol kegiatan akademik, kemampuan berpikir, serta dorongan untuk terus belajar sepanjang hayat. Pena melambangkan gagasan bahwa ilmu merupakan pencerahan bagi kehidupan. Dengan pena, peserta didik digambarkan memiliki kesempatan untuk menulis perjalanan masa depannya melalui pengetahuan. Simbol tersebut mengajak setiap peserta didik agar terus mengembangkan kemampuan penalaran, memperluas wawasan, dan memupuk kebiasaan membaca serta menelaah berbagai materi pembelajaran. Selain itu, pena yang mengarah ke atas memperlihatkan keinginan kuat untuk mencapai prestasi tertinggi.

      Hapus
  9. Bagaimana makna nyala api pada logo sekolah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyala api dalam logo menggambarkan semangat belajar yang tidak pernah padam. Api tersebut melambangkan keteguhan jiwa serta dorongan kuat dalam diri peserta didik untuk terus berusaha meraih keberhasilan. Nyala tersebut menjadi penanda bahwa pendidikan bukan hanya tentang menghafal materi, melainkan perjuangan untuk memperoleh pemahaman dengan penuh kesungguhan. Dalam konteks pembinaan moral, api tersebut dapat diartikan sebagai pencerahan batin yang menuntun peserta didik menuju sikap baik, perilaku terpuji, serta pemikiran yang matang.

      Hapus
  10. Apa makna warna biru pada logo SMA Negeri 65 Jakarta?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Warna biru pada logo melambangkan ketenangan, kecerdasan, kepercayaan, dan kedisiplinan. Warna tersebut memberikan kesan stabil, teguh, dan berwibawa, sehingga tepat digunakan pada lembaga pendidikan. Biru juga menegaskan bahwa lingkungan belajar diharapkan berjalan dengan suasana damai, tanpa tekanan, namun tetap tegas dalam menekankan disiplin. Dalam kajian psikologi warna, biru seringkali dikaitkan dengan kemampuan berpikir jernih, sehingga warna tersebut sejalan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas intelektual peserta didik.

      Hapus
  11. Apa makna warna kuning dalam logo?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Warna kuning dalam logo menggambarkan semangat, kecemerlangan, harapan, dan optimisme. Warna tersebut memberi kesan cerah dan penuh energi, sehingga mengekspresikan harapan besar terhadap masa depan peserta didik. Kuning juga mencerminkan kegembiraan dalam belajar, sikap terbuka terhadap pengetahuan baru, serta kesiapan untuk menghadapi perubahan. Kombinasi kuning dan biru menunjukkan keseimbangan antara semangat mencapai prestasi dan ketenangan dalam berpikir.

      Hapus
  12. Mengapa logo dianggap berperan penting dalam identitas sekolah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Logo berperan sebagai penanda yang memberikan identitas visual kepada sekolah. Identitas tersebut memudahkan masyarakat mengenali karakter serta reputasi lembaga pendidikan tersebut. Logo tidak hanya menjadi simbol pada seragam, papan nama, atau dokumen resmi, tetapi juga menggambarkan nilai-nilai yang dianut oleh seluruh warga sekolah. Dengan memiliki logo yang kuat dan bermakna, sebuah sekolah dapat memperkuat citra diri, meningkatkan rasa bangga, dan mendorong motivasi untuk menjaga kehormatan lembaga.

      Hapus
  13. Bagaimana peserta didik memaknai logo sekolah dalam kehidupan sehari hari?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Peserta didik memaknai logo sebagai pengingat bahwa proses pembelajaran tidak hanya soal mengejar nilai, tetapi juga tentang membentuk kepribadian. Logo menjadi tanda bahwa setiap tindakan harus mencerminkan adab dan tanggung jawab sebagai bagian dari lembaga pendidikan tersebut. Banyak peserta didik merasa bahwa logo yang mereka kenakan pada seragam memberikan dorongan moral untuk menjaga perilaku baik di luar lingkungan sekolah sekalipun. Logo mengikat batin peserta didik dengan lembaga yang mendidik mereka, sehingga lahir rasa memiliki serta kebanggaan.

      Hapus
  14. Bagaimana kaitan logo dengan pembentukan karakter?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Logo SMA Negeri 65 Jakarta tidak hanya menjadi lambang visual, melainkan juga sarana pembentukan karakter melalui makna simboliknya. Simbol perisai mengajarkan keteguhan, pena mengajarkan kecerdasan, dan api mengajarkan semangat pantang menyerah. Ketiga unsur tersebut membentuk gambaran peserta didik ideal yang ingin dibentuk melalui pendidikan. Dengan memahami makna logo, peserta didik dapat menanamkan nilai kedisiplinan, kejujuran, ketekunan, dan sikap menghargai pengetahuan.

      Hapus
  15. Apa pengaruh logo terhadap rasa kebersamaan dalam sekolah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Logo memiliki pengaruh kuat terhadap rasa kebersamaan karena menjadi simbol yang dipakai oleh seluruh warga sekolah. Ketika logo dikenakan bersama pada seragam atau terlihat pada berbagai sudut sekolah, logo tersebut menciptakan kesadaran bahwa setiap orang berada dalam satu tujuan. Dalam kegiatan seperti upacara atau perlombaan, logo menjadi pengikat psikologis yang memperkuat semangat kebersamaan. Hal tersebut membuat hubungan antarwarga sekolah lebih harmonis dan saling mendukung.

      Hapus
  16. Bagaimana logo dapat membantu meningkatkan citra sekolah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Logo yang kuat dan mudah dikenali dapat meningkatkan citra sekolah di mata masyarakat. Ketika sebuah sekolah memiliki simbol visual yang memiliki nilai, masyarakat cenderung melihatnya sebagai lembaga yang terarah dan memiliki sistem pendidikan yang baik. Hal tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diberikan. Selain itu, peserta didik yang berprestasi juga membawa nama baik logo tersebut, sehingga reputasi sekolah menguat seiring waktu.

      Hapus
  17. Mengapa desain logo menggunakan unsur unsur sederhana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penggunaan unsur sederhana bertujuan agar logo mudah diingat, mudah dikenali, dan tidak menimbulkan kesan berlebihan. Dalam dunia pendidikan, simbol sederhana lebih tepat karena mencerminkan ketertiban, kerapian, dan kejelasan tujuan. Unsur sederhana juga membuat logo tetap relevan meskipun waktu terus berubah. Kesederhanaan memperkuat pesan inti seperti keteguhan, kecerdasan, dan semangat belajar.

      Hapus
  18. Bagaimana logo mencerminkan lingkungan pendidikan di Jakarta?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagai sekolah yang terletak di ibu kota, logo SMA Negeri 65 Jakarta mencerminkan dinamika kehidupan perkotaan. Simbol-simbol dalam logo menegaskan pentingnya kedisiplinan dan ketegasan, dua nilai yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi kerasnya persaingan di wilayah perkotaan. Warna cerah dan bentuk tegas pada logo menggambarkan semangat untuk mengikuti perkembangan zaman, teknologi, serta perubahan sosial yang sangat cepat di Jakarta.

      Hapus
  19. Bagaimana hubungan antara logo dengan sejarah sekolah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Logo yang digunakan mencerminkan perjalanan panjang SMA Negeri 65 Jakarta dalam membina generasi muda. Setiap simbol pada logo menggambarkan nilai yang diwariskan sejak sekolah berdiri. Perisai menggambarkan perlindungan nilai sejak awal berdirinya sekolah, pena menggambarkan tujuan pendidikan yang selalu diutamakan, dan api menggambarkan semangat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Logo menjadi catatan visual sejarah sekolah yang terus dijaga.

      Hapus
  20. Bagaimana logo membantu peserta didik dalam membentuk motivasi belajar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Logo menjadi sumber motivasi karena mengandung simbol semangat, kecerdasan, serta keteguhan. Ketika peserta didik melihat logo tersebut pada seragam, buku, atau dinding sekolah, logo tersebut memberikan dorongan untuk terus berusaha. Simbol api misalnya, menggambarkan semangat yang terus menyala sehingga peserta didik terdorong untuk tidak menyerah. Pena mengajarkan pentingnya belajar, sehingga peserta didik lebih terdorong untuk membaca, menelaah, dan memahami pelajaran.

      Hapus
  21. Apakah logo dapat mempengaruhi identitas diri peserta didik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Logo dapat memberi pengaruh besar pada identitas diri peserta didik karena menjadi bagian dari kehidupan sehari hari. Saat mengenakan seragam dengan logo tersebut, peserta didik merasa menjadi bagian dari komunitas pendidikan tertentu. Hal tersebut membentuk identitas bahwa peserta didik adalah pribadi yang berpendidikan, disiplin, dan memiliki tujuan hidup jelas. Simbol tersebut membantu peserta didik menyadari posisi serta tanggung jawab dalam lingkungan sosial.

      Hapus
  22. Mengapa logo sekolah penting untuk dipahami oleh seluruh warga sekolah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemahaman terhadap logo membuat warga sekolah lebih mampu menjalankan nilai yang terkandung di dalamnya. Ketika simbol perisai dipahami sebagai perlindungan nilai moral, peserta didik akan lebih sadar untuk menjaga perilaku. Ketika pena dipahami sebagai simbol pengetahuan, kegiatan belajar menjadi lebih bermakna. Ketika api dipahami sebagai simbol semangat, upaya mencapai prestasi menjadi lebih kuat. Dengan memahami logo, seluruh warga sekolah dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang harmonis.

      Hapus
  23. Apa hubungan antara logo dengan prestasi sekolah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Logo dapat meningkatkan prestasi sekolah karena menjadi simbol yang mempersatukan semangat. Ketika peserta didik merasa bangga terhadap logo, rasa bangga tersebut menjadi energi untuk menghasilkan prestasi. Prestasi yang diraih akan membawa nama baik sekolah, sehingga logo tersebut lebih dihormati. Hubungan tersebut membentuk siklus positif yang membuat sekolah semakin maju dari waktu ke waktu.

      Hapus
  24. Bagaimana logo dapat menjadi media pembelajaran karakter?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Logo dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran karakter melalui penjelasan simbol-simbol di dalamnya. Guru dapat menjelaskan makna perisai sebagai sikap teguh, makna pena sebagai kecerdasan, dan makna api sebagai ketekunan. Dengan memahami simbol tersebut, peserta didik dapat memperoleh pemahaman mendalam mengenai nilai moral. Logo dapat menjadi media sederhana tetapi sangat efektif dalam menanamkan nilai yang kuat.

      Hapus
  25. Bagaimana harapan masa depan melalui simbol yang terdapat dalam logo?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Simbol yang terdapat dalam logo SMA Negeri 65 Jakarta memuat harapan besar terhadap masa depan peserta didik. Perisai menggambarkan perlindungan agar peserta didik tetap teguh menghadapi perubahan zaman. Pena menggambarkan kecerdasan yang terus berkembang. Api menggambarkan semangat untuk mencapai cita. Harapan tersebut menjadi bekal agar peserta didik mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat. Logo tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan dapat diraih dengan usaha sungguh-sungguh dan keinginan yang tulus untuk terus belajar.

      Hapus

Hubungi admin melalui Wa : +62-896-2414-6106

Respon komentar 7 x 24 jam, mohon bersabar jika komentar tidak langsung dipublikasi atau mendapatkan balasan secara langsung.

Bantu admin meningkatkan kualitas blog dengan melaporkan berbagai permasalahan seperti typo, link bermasalah, dan lain sebagainya melalui kolom komentar.

- Ikatlah Ilmu dengan Memostingkannya -