Fungsi `strptime()` Python untuk Mengubah Teks Menjadi Objek Tanggal dan Waktu
Pengolahan tanggal dan waktu merupakan bagian penting dalam pengembangan program komputer. Berbagai aplikasi memerlukan informasi tersebut untuk mencatat kehadiran, mengelola jadwal kegiatan, menyimpan waktu transaksi, menyusun laporan, dan menentukan batas penyelesaian pekerjaan. Informasi tanggal yang diterima program tidak selalu berbentuk objek tanggal atau waktu. Dalam banyak situasi, data justru diterima sebagai teks dari formulir, berkas, basis data, atau masukan pengguna. Agar informasi tersebut dapat diolah secara tepat, teks perlu diubah menjadi objek yang dapat dikenali oleh Python.
Sebelum lebih lanjut mempelajari materi tentang Fungsi strptime() Python untuk Mengubah Teks Menjadi Objek Tanggal dan Waktu, terlebih dahulu pelajari materi tentang: Memahami Regular Expression dalam Python, Memahami Date dan Time dalam Python, dan Memahami Fungsi `strftime()` dalam Python untuk Memformat Tanggal dan Waktu.
Sebelum lebih lanjut mempelajari materi tentang Fungsi strptime() Python untuk Mengubah Teks Menjadi Objek Tanggal dan Waktu, terlebih dahulu pelajari materi tentang: Memahami Regular Expression dalam Python, Memahami Date dan Time dalam Python, dan Memahami Fungsi `strftime()` dalam Python untuk Memformat Tanggal dan Waktu.
Python menyediakan fungsi `strptime()` untuk melakukan proses tersebut. Fungsi ini digunakan untuk membaca teks yang berisi informasi tanggal dan waktu, kemudian mengubahnya menjadi objek berdasarkan pola format yang ditentukan. Sebagai contoh, teks `20-10-2026` dapat diubah menjadi objek tanggal dan waktu dengan menggunakan pola `%d-%m-%Y`.
Kemampuan memahami fungsi `strptime()` membantu pemrogram mengelola data secara lebih terstruktur. Teks yang sebelumnya hanya berupa rangkaian karakter dapat diolah untuk membandingkan tanggal, menghitung selisih waktu, menentukan tenggat, atau menyusun jadwal. Oleh karena itu, fungsi ini menjadi salah satu dasar penting dalam pemrograman yang melibatkan informasi tanggal dan waktu.
Secara umum, `datetime.strptime()` menerima dua argumen. Argumen pertama merupakan teks yang akan dibaca, sedangkan argumen kedua merupakan pola format yang menjelaskan susunan informasi dalam teks tersebut. Pola format menggunakan kode khusus untuk menunjukkan bagian tanggal atau waktu, seperti tanggal, bulan, tahun, jam, menit, dan detik.
Contoh sederhana:
from datetime import datetime
teks_tanggal = "20-10-2026"
tanggal = datetime.strptime(teks_tanggal, "%d-%m-%Y")
print(tanggal)
print(type(tanggal))
Hasil keluaran:
2026-10-20 00:00:00
<class 'datetime.datetime'>
Pada contoh tersebut, teks `20-10-2026` dibaca menggunakan pola `%d-%m-%Y`. Python mengenali angka pertama sebagai tanggal, angka kedua sebagai bulan, dan angka terakhir sebagai tahun. Hasilnya berupa objek `datetime`, bukan lagi teks biasa.
Waktu yang tidak dicantumkan dalam masukan diisi dengan nilai bawaan, yaitu pukul 00.00.00. Hal ini perlu diperhatikan karena objek yang dihasilkan memuat tanggal sekaligus waktu, meskipun teks awal hanya berisi informasi tanggal.
Kelas `date` digunakan untuk menyimpan tahun, bulan, dan tanggal. Kelas `time` menyimpan jam, menit, detik, serta mikrodetik tanpa tanggal tertentu. Sementara itu, kelas `datetime` menggabungkan informasi tanggal dan waktu dalam satu objek.
Contoh berikut menunjukkan penggunaan `strptime()` untuk menghasilkan objek `datetime`.
from datetime import datetime
teks = "20 Oktober 2026 14:30:45"
format_tanggal = "%d %B %Y %H:%M:%S"
hasil = datetime.strptime(teks, format_tanggal)
print(hasil)
Hasil keluaran:
2026-10-20 14:30:45
Pada program tersebut, `%d` menunjukkan tanggal, `%B` menunjukkan nama lengkap bulan, `%Y` menunjukkan tahun empat digit, `%H` menunjukkan jam dalam format 24 jam, `%M` menunjukkan menit, dan `%S` menunjukkan detik.
Nama bulan dalam contoh menggunakan bahasa Inggris karena kode `%B` mengikuti pengaturan bahasa atau lokal sistem. Oleh sebab itu, teks masukan dan pengaturan lingkungan perlu diperhatikan ketika menggunakan nama hari atau bulan.
datetime.strptime(teks, format)
Argumen `teks` berisi tanggal atau waktu yang akan dibaca, sedangkan argumen `format` menjelaskan susunan teks tersebut. Kedua argumen harus sesuai agar Python dapat menafsirkan informasi dengan benar.
Contoh:
from datetime import datetime
teks = "2026/10/20"
tanggal = datetime.strptime(teks, "%Y/%m/%d")
print(tanggal)
Hasil keluaran:
2026-10-20 00:00:00
Pola `%Y/%m/%d` menunjukkan bahwa teks dimulai dengan tahun, dilanjutkan bulan, kemudian tanggal. Garis miring pada pola harus sesuai dengan pemisah dalam teks masukan.
Jika teks menggunakan tanda hubung, pola yang digunakan juga harus memuat tanda hubung. Misalnya, teks `2026-10-20` dibaca menggunakan `%Y-%m-%d`. Ketidaksesuaian antara teks dan pola dapat menyebabkan Python menghasilkan kesalahan.
Dengan demikian, proses penguraian tidak sekadar membaca angka. Python perlu mengetahui arti setiap bagian berdasarkan pola yang ditentukan.
Kode-kode tersebut dapat digabungkan sesuai dengan susunan teks yang akan dibaca. Sebagai contoh, pola `%d/%m/%Y %H:%M` digunakan untuk membaca teks yang memuat tanggal, bulan, tahun, jam, dan menit dengan pemisah yang sesuai.
Perlu diperhatikan bahwa kode dengan huruf besar dan huruf kecil dapat memiliki arti berbeda. `%m` berarti bulan, sedangkan `%M` berarti menit. Kesalahan penulisan kode dapat mengakibatkan proses penguraian gagal atau informasi ditafsirkan secara tidak sesuai.
Contoh program:
from datetime import datetime
teks_tanggal = "21/06/2026"
tanggal = datetime.strptime(teks_tanggal, "%d/%m/%Y")
print("Tanggal:", tanggal)
print("Tahun:", tanggal.year)
print("Bulan:", tanggal.month)
print("Hari:", tanggal.day)
Hasil keluaran:
Tanggal: 2026-06-21 00:00:00
Tahun: 2026
Bulan: 6
Hari: 21
Setelah teks berhasil diubah, informasi tahun, bulan, dan tanggal dapat diakses melalui atribut objek. Atribut `year` memberikan nilai tahun, `month` memberikan nilai bulan, sedangkan `day` memberikan tanggal dalam bulan.
Kemampuan ini bermanfaat ketika program perlu mengelompokkan data berdasarkan bulan, memeriksa tanggal kegiatan, atau membandingkan tanggal yang dimasukkan pengguna. Tanpa proses penguraian, teks tanggal hanya diperlakukan sebagai rangkaian karakter sehingga tidak dapat langsung digunakan untuk operasi tanggal secara semantis.
Contoh:
from datetime import datetime
teks = "20/10/2026 14:30:45"
format_waktu = "%d/%m/%Y %H:%M:%S"
hasil = datetime.strptime(teks, format_waktu)
print(hasil)
print("Jam:", hasil.hour)
print("Menit:", hasil.minute)
print("Detik:", hasil.second)
Hasil keluaran:
2026-10-20 14:30:45
Jam: 14
Menit: 30
Detik: 45
Kode format tersebut memuat tanggal, bulan, tahun, jam, menit, dan detik. Spasi di antara bagian tanggal dan waktu juga menjadi bagian dari susunan teks yang dibaca.
Jika informasi detik tidak tersedia, pola format dapat disederhanakan. Misalnya, teks `20/10/2026 14:30` dapat dibaca menggunakan `%d/%m/%Y %H:%M`. Python akan mengisi bagian detik dan pecahan detik yang tidak dicantumkan dengan nilai nol.
Penyesuaian pola terhadap masukan sangat penting, terutama ketika program menerima data dari sumber yang berbeda. Format yang jelas membantu proses pengolahan berjalan secara konsisten.
Contoh penerapan kedua metode:
from datetime import datetime
teks = "20-10-2026"
tanggal = datetime.strptime(teks, "%d-%m-%Y")
hasil = tanggal.strftime("%A, %d %B %Y")
print(hasil)
Pada sistem dengan pengaturan bahasa Inggris, keluaran dapat berbentuk:
Tuesday, 20 October 2026
Dalam program tersebut, `strptime()` terlebih dahulu mengubah teks menjadi objek `datetime`. Setelah itu, `strftime()` mengubah objek tersebut menjadi teks dengan nama hari dan bulan.
Kedua metode dapat digunakan secara berurutan ketika program perlu membaca masukan, melakukan pengolahan, lalu menyajikan hasil dalam format yang lebih mudah dipahami.
Contoh:
from datetime import datetime
teks = "20/10/2026"
tanggal = datetime.strptime(teks, "%d-%m-%Y")
print(tanggal)
Program tersebut menghasilkan kesalahan karena teks menggunakan garis miring, sedangkan pola menggunakan tanda hubung. Perbaikannya adalah menyesuaikan pola menjadi `%d/%m/%Y`.
Selain pemisah, urutan tanggal juga harus diperhatikan. Teks `12/11/2026` dapat berarti 12 November atau 11 Desember, bergantung pada susunan yang digunakan. Jika pola `%d/%m/%Y` diterapkan, angka pertama dibaca sebagai tanggal dan angka kedua sebagai bulan. Jika pola `%m/%d/%Y` digunakan, penafsirannya berbeda.
Kesalahan juga dapat muncul ketika tanggal tidak valid. Sebagai contoh, tanggal 32 Oktober tidak mungkin diuraikan sebagai tanggal kalender yang sah. Python akan menolak nilai tersebut karena jumlah hari pada bulan Oktober tidak mencapai 32.
Oleh karena itu, program yang menerima masukan pengguna sebaiknya memeriksa kesesuaian format dan validitas tanggal. Pemeriksaan ini membantu mencegah data yang keliru masuk ke dalam proses pengolahan berikutnya.
Contoh:
from datetime import datetime
teks = input("Masukkan tanggal (DD-MM-YYYY): ")
try:
tanggal = datetime.strptime(teks, "%d-%m-%Y")
print("Tanggal berhasil dibaca:", tanggal)
except ValueError:
print("Format atau tanggal yang dimasukkan tidak valid.")
Jika pengguna memasukkan `20-10-2026`, program akan menguraikan tanggal tersebut dengan benar. Namun, jika pengguna memasukkan `2026/10/20` atau tanggal yang tidak mungkin, program menampilkan pesan kesalahan yang lebih mudah dipahami.
Penggunaan penanganan kesalahan membuat aplikasi lebih tangguh. Pengguna memperoleh informasi tentang masalah yang terjadi, sedangkan program dapat menghindari penghentian mendadak akibat masukan yang tidak sesuai.
Dalam pengembangan lebih lanjut, program dapat meminta pengguna memasukkan ulang tanggal sampai formatnya benar. Dengan cara tersebut, validasi menjadi bagian dari alur penggunaan aplikasi, bukan hanya pemeriksaan setelah kesalahan terjadi.
Dalam aplikasi keuangan, `strptime()` dapat digunakan untuk membaca tanggal transaksi dari berkas teks atau data hasil ekspor. Setelah diubah menjadi objek tanggal, transaksi dapat diurutkan berdasarkan waktu atau dikelompokkan menurut bulan. Pada sistem pemesanan, fungsi ini dapat membantu memeriksa tanggal keberangkatan, jadwal layanan, atau waktu pelaksanaan kegiatan.
Penerapan lainnya ditemukan dalam pengolahan berkas data. Sebuah berkas dapat memuat tanggal dalam format tertentu, kemudian program membaca setiap baris dan mengubah informasi tanggal menjadi objek `datetime`. Hasil penguraian dapat digunakan untuk menyaring data berdasarkan rentang waktu.
Meskipun demikian, pemrogram harus mengetahui format asli data sebelum melakukan penguraian. Data dari sumber berbeda dapat menggunakan urutan tanggal yang berbeda pula. Penentuan pola yang tepat dan validasi masukan menjadi langkah penting untuk menjaga keakuratan hasil.
Pemahaman terhadap kode format sangat penting karena setiap kode memiliki arti khusus. Ketidaksesuaian antara teks dan pola dapat menghasilkan kesalahan, sedangkan tanggal yang tidak valid harus ditolak melalui proses pemeriksaan. Penggunaan `try` dan `except` dapat membantu program menangani masukan yang keliru secara lebih teratur.
Selain itu, perbedaan `strptime()` dan `strftime()` perlu dipahami agar pemrogram dapat menentukan kapan teks harus diubah menjadi objek dan kapan objek perlu disajikan kembali dalam bentuk teks. Dengan penerapan yang tepat, pengolahan tanggal dan waktu menjadi lebih terstruktur, akurat, dan bermanfaat bagi berbagai kebutuhan aplikasi.
Kemampuan memahami fungsi `strptime()` membantu pemrogram mengelola data secara lebih terstruktur. Teks yang sebelumnya hanya berupa rangkaian karakter dapat diolah untuk membandingkan tanggal, menghitung selisih waktu, menentukan tenggat, atau menyusun jadwal. Oleh karena itu, fungsi ini menjadi salah satu dasar penting dalam pemrograman yang melibatkan informasi tanggal dan waktu.
Pengertian Fungsi `strptime()`
Nama `strptime()` berasal dari istilah *string parse time*, yaitu proses menguraikan teks yang memuat informasi waktu berdasarkan pola tertentu. Fungsi ini tersedia melalui kelas pada modul `datetime` dan digunakan untuk mengubah teks menjadi objek tanggal atau waktu yang sesuai.Secara umum, `datetime.strptime()` menerima dua argumen. Argumen pertama merupakan teks yang akan dibaca, sedangkan argumen kedua merupakan pola format yang menjelaskan susunan informasi dalam teks tersebut. Pola format menggunakan kode khusus untuk menunjukkan bagian tanggal atau waktu, seperti tanggal, bulan, tahun, jam, menit, dan detik.
Contoh sederhana:
from datetime import datetime
teks_tanggal = "20-10-2026"
tanggal = datetime.strptime(teks_tanggal, "%d-%m-%Y")
print(tanggal)
print(type(tanggal))
Hasil keluaran:
2026-10-20 00:00:00
<class 'datetime.datetime'>
Pada contoh tersebut, teks `20-10-2026` dibaca menggunakan pola `%d-%m-%Y`. Python mengenali angka pertama sebagai tanggal, angka kedua sebagai bulan, dan angka terakhir sebagai tahun. Hasilnya berupa objek `datetime`, bukan lagi teks biasa.
Waktu yang tidak dicantumkan dalam masukan diisi dengan nilai bawaan, yaitu pukul 00.00.00. Hal ini perlu diperhatikan karena objek yang dihasilkan memuat tanggal sekaligus waktu, meskipun teks awal hanya berisi informasi tanggal.
Mengenal Modul `datetime`
Sebelum menggunakan `strptime()`, pemrogram perlu memahami modul `datetime`. Modul ini menyediakan kelas untuk menyimpan dan mengolah informasi tanggal serta waktu. Beberapa kelas yang umum digunakan adalah `date`, `time`, dan `datetime`.Kelas `date` digunakan untuk menyimpan tahun, bulan, dan tanggal. Kelas `time` menyimpan jam, menit, detik, serta mikrodetik tanpa tanggal tertentu. Sementara itu, kelas `datetime` menggabungkan informasi tanggal dan waktu dalam satu objek.
Contoh berikut menunjukkan penggunaan `strptime()` untuk menghasilkan objek `datetime`.
from datetime import datetime
teks = "20 Oktober 2026 14:30:45"
format_tanggal = "%d %B %Y %H:%M:%S"
hasil = datetime.strptime(teks, format_tanggal)
print(hasil)
Hasil keluaran:
2026-10-20 14:30:45
Pada program tersebut, `%d` menunjukkan tanggal, `%B` menunjukkan nama lengkap bulan, `%Y` menunjukkan tahun empat digit, `%H` menunjukkan jam dalam format 24 jam, `%M` menunjukkan menit, dan `%S` menunjukkan detik.
Nama bulan dalam contoh menggunakan bahasa Inggris karena kode `%B` mengikuti pengaturan bahasa atau lokal sistem. Oleh sebab itu, teks masukan dan pengaturan lingkungan perlu diperhatikan ketika menggunakan nama hari atau bulan.
Cara Menggunakan `strptime()`
Bentuk umum penggunaan fungsi ini adalah sebagai berikut:datetime.strptime(teks, format)
Argumen `teks` berisi tanggal atau waktu yang akan dibaca, sedangkan argumen `format` menjelaskan susunan teks tersebut. Kedua argumen harus sesuai agar Python dapat menafsirkan informasi dengan benar.
Contoh:
from datetime import datetime
teks = "2026/10/20"
tanggal = datetime.strptime(teks, "%Y/%m/%d")
print(tanggal)
Hasil keluaran:
2026-10-20 00:00:00
Pola `%Y/%m/%d` menunjukkan bahwa teks dimulai dengan tahun, dilanjutkan bulan, kemudian tanggal. Garis miring pada pola harus sesuai dengan pemisah dalam teks masukan.
Jika teks menggunakan tanda hubung, pola yang digunakan juga harus memuat tanda hubung. Misalnya, teks `2026-10-20` dibaca menggunakan `%Y-%m-%d`. Ketidaksesuaian antara teks dan pola dapat menyebabkan Python menghasilkan kesalahan.
Dengan demikian, proses penguraian tidak sekadar membaca angka. Python perlu mengetahui arti setiap bagian berdasarkan pola yang ditentukan.
Mengenal Kode Format `strptime()`
Kode format berfungsi sebagai petunjuk bagi Python untuk menafsirkan teks. Setiap kode diawali tanda persen dan diikuti karakter tertentu. Beberapa kode yang sering digunakan dapat dilihat dalam tabel berikut.Kode | Makna | Contoh |
|---|---|---|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kode-kode tersebut dapat digabungkan sesuai dengan susunan teks yang akan dibaca. Sebagai contoh, pola `%d/%m/%Y %H:%M` digunakan untuk membaca teks yang memuat tanggal, bulan, tahun, jam, dan menit dengan pemisah yang sesuai.
Perlu diperhatikan bahwa kode dengan huruf besar dan huruf kecil dapat memiliki arti berbeda. `%m` berarti bulan, sedangkan `%M` berarti menit. Kesalahan penulisan kode dapat mengakibatkan proses penguraian gagal atau informasi ditafsirkan secara tidak sesuai.
Mengubah Teks Menjadi Objek `datetime`
Salah satu penerapan paling umum dari `strptime()` adalah mengubah tanggal yang ditulis sebagai teks menjadi objek `datetime`. Proses ini diperlukan ketika program menerima tanggal dari formulir atau berkas.Contoh program:
from datetime import datetime
teks_tanggal = "21/06/2026"
tanggal = datetime.strptime(teks_tanggal, "%d/%m/%Y")
print("Tanggal:", tanggal)
print("Tahun:", tanggal.year)
print("Bulan:", tanggal.month)
print("Hari:", tanggal.day)
Hasil keluaran:
Tanggal: 2026-06-21 00:00:00
Tahun: 2026
Bulan: 6
Hari: 21
Setelah teks berhasil diubah, informasi tahun, bulan, dan tanggal dapat diakses melalui atribut objek. Atribut `year` memberikan nilai tahun, `month` memberikan nilai bulan, sedangkan `day` memberikan tanggal dalam bulan.
Kemampuan ini bermanfaat ketika program perlu mengelompokkan data berdasarkan bulan, memeriksa tanggal kegiatan, atau membandingkan tanggal yang dimasukkan pengguna. Tanpa proses penguraian, teks tanggal hanya diperlakukan sebagai rangkaian karakter sehingga tidak dapat langsung digunakan untuk operasi tanggal secara semantis.
Menguraikan Tanggal dan Waktu Sekaligus
Teks masukan terkadang memuat tanggal dan waktu secara bersamaan. Dalam kondisi tersebut, pola format harus mencakup seluruh bagian informasi yang tersedia.Contoh:
from datetime import datetime
teks = "20/10/2026 14:30:45"
format_waktu = "%d/%m/%Y %H:%M:%S"
hasil = datetime.strptime(teks, format_waktu)
print(hasil)
print("Jam:", hasil.hour)
print("Menit:", hasil.minute)
print("Detik:", hasil.second)
Hasil keluaran:
2026-10-20 14:30:45
Jam: 14
Menit: 30
Detik: 45
Kode format tersebut memuat tanggal, bulan, tahun, jam, menit, dan detik. Spasi di antara bagian tanggal dan waktu juga menjadi bagian dari susunan teks yang dibaca.
Jika informasi detik tidak tersedia, pola format dapat disederhanakan. Misalnya, teks `20/10/2026 14:30` dapat dibaca menggunakan `%d/%m/%Y %H:%M`. Python akan mengisi bagian detik dan pecahan detik yang tidak dicantumkan dengan nilai nol.
Penyesuaian pola terhadap masukan sangat penting, terutama ketika program menerima data dari sumber yang berbeda. Format yang jelas membantu proses pengolahan berjalan secara konsisten.
Perbedaan `strptime()` dan `strftime()`
Kedua metode ini sering dianggap sama karena memiliki nama yang hampir serupa. Padahal, arah kerjanya berlawanan. `strptime()` mengubah teks menjadi objek tanggal atau waktu, sedangkan `strftime()` mengubah objek tanggal atau waktu menjadi teks.Aspek |
|
|
|---|---|---|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Contoh penerapan kedua metode:
from datetime import datetime
teks = "20-10-2026"
tanggal = datetime.strptime(teks, "%d-%m-%Y")
hasil = tanggal.strftime("%A, %d %B %Y")
print(hasil)
Pada sistem dengan pengaturan bahasa Inggris, keluaran dapat berbentuk:
Tuesday, 20 October 2026
Dalam program tersebut, `strptime()` terlebih dahulu mengubah teks menjadi objek `datetime`. Setelah itu, `strftime()` mengubah objek tersebut menjadi teks dengan nama hari dan bulan.
Kedua metode dapat digunakan secara berurutan ketika program perlu membaca masukan, melakukan pengolahan, lalu menyajikan hasil dalam format yang lebih mudah dipahami.
Mengatasi Kesalahan Format
Kesalahan yang umum terjadi ketika menggunakan `strptime()` adalah ketidaksesuaian antara teks masukan dan pola format. Jika pola tidak sesuai, Python biasanya menghasilkan `ValueError`.Contoh:
from datetime import datetime
teks = "20/10/2026"
tanggal = datetime.strptime(teks, "%d-%m-%Y")
print(tanggal)
Program tersebut menghasilkan kesalahan karena teks menggunakan garis miring, sedangkan pola menggunakan tanda hubung. Perbaikannya adalah menyesuaikan pola menjadi `%d/%m/%Y`.
Selain pemisah, urutan tanggal juga harus diperhatikan. Teks `12/11/2026` dapat berarti 12 November atau 11 Desember, bergantung pada susunan yang digunakan. Jika pola `%d/%m/%Y` diterapkan, angka pertama dibaca sebagai tanggal dan angka kedua sebagai bulan. Jika pola `%m/%d/%Y` digunakan, penafsirannya berbeda.
Kesalahan juga dapat muncul ketika tanggal tidak valid. Sebagai contoh, tanggal 32 Oktober tidak mungkin diuraikan sebagai tanggal kalender yang sah. Python akan menolak nilai tersebut karena jumlah hari pada bulan Oktober tidak mencapai 32.
Oleh karena itu, program yang menerima masukan pengguna sebaiknya memeriksa kesesuaian format dan validitas tanggal. Pemeriksaan ini membantu mencegah data yang keliru masuk ke dalam proses pengolahan berikutnya.
Menggunakan `try` dan `except`
Dalam aplikasi nyata, teks tanggal yang dimasukkan pengguna tidak selalu benar. Untuk mengantisipasi kesalahan, pemrogram dapat menggunakan `try` dan `except` agar program menangani masukan yang tidak valid tanpa langsung berhenti.Contoh:
from datetime import datetime
teks = input("Masukkan tanggal (DD-MM-YYYY): ")
try:
tanggal = datetime.strptime(teks, "%d-%m-%Y")
print("Tanggal berhasil dibaca:", tanggal)
except ValueError:
print("Format atau tanggal yang dimasukkan tidak valid.")
Jika pengguna memasukkan `20-10-2026`, program akan menguraikan tanggal tersebut dengan benar. Namun, jika pengguna memasukkan `2026/10/20` atau tanggal yang tidak mungkin, program menampilkan pesan kesalahan yang lebih mudah dipahami.
Penggunaan penanganan kesalahan membuat aplikasi lebih tangguh. Pengguna memperoleh informasi tentang masalah yang terjadi, sedangkan program dapat menghindari penghentian mendadak akibat masukan yang tidak sesuai.
Dalam pengembangan lebih lanjut, program dapat meminta pengguna memasukkan ulang tanggal sampai formatnya benar. Dengan cara tersebut, validasi menjadi bagian dari alur penggunaan aplikasi, bukan hanya pemeriksaan setelah kesalahan terjadi.
Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Fungsi `strptime()` memiliki banyak penerapan dalam pengolahan data. Di lingkungan pendidikan, fungsi ini dapat digunakan untuk membaca tanggal ujian, tanggal pengumpulan tugas, dan waktu kehadiran peserta didik. Tanggal yang awalnya tersimpan sebagai teks dapat diubah menjadi objek sehingga program mampu membandingkan jadwal atau menghitung selisih hari.Dalam aplikasi keuangan, `strptime()` dapat digunakan untuk membaca tanggal transaksi dari berkas teks atau data hasil ekspor. Setelah diubah menjadi objek tanggal, transaksi dapat diurutkan berdasarkan waktu atau dikelompokkan menurut bulan. Pada sistem pemesanan, fungsi ini dapat membantu memeriksa tanggal keberangkatan, jadwal layanan, atau waktu pelaksanaan kegiatan.
Penerapan lainnya ditemukan dalam pengolahan berkas data. Sebuah berkas dapat memuat tanggal dalam format tertentu, kemudian program membaca setiap baris dan mengubah informasi tanggal menjadi objek `datetime`. Hasil penguraian dapat digunakan untuk menyaring data berdasarkan rentang waktu.
Meskipun demikian, pemrogram harus mengetahui format asli data sebelum melakukan penguraian. Data dari sumber berbeda dapat menggunakan urutan tanggal yang berbeda pula. Penentuan pola yang tepat dan validasi masukan menjadi langkah penting untuk menjaga keakuratan hasil.
Kesimpulan
Fungsi `strptime()` merupakan metode dalam Python yang digunakan untuk mengubah teks berisi informasi tanggal dan waktu menjadi objek yang dapat diolah lebih lanjut. Melalui dua argumen berupa teks dan pola format, metode ini membantu program mengenali susunan tanggal, bulan, tahun, jam, menit, dan detik.Pemahaman terhadap kode format sangat penting karena setiap kode memiliki arti khusus. Ketidaksesuaian antara teks dan pola dapat menghasilkan kesalahan, sedangkan tanggal yang tidak valid harus ditolak melalui proses pemeriksaan. Penggunaan `try` dan `except` dapat membantu program menangani masukan yang keliru secara lebih teratur.
Selain itu, perbedaan `strptime()` dan `strftime()` perlu dipahami agar pemrogram dapat menentukan kapan teks harus diubah menjadi objek dan kapan objek perlu disajikan kembali dalam bentuk teks. Dengan penerapan yang tepat, pengolahan tanggal dan waktu menjadi lebih terstruktur, akurat, dan bermanfaat bagi berbagai kebutuhan aplikasi.
Artikel ini akan dibaca oleh: Istna Slavi Aji, Ivandra Wahyu Fauraya, Jarot Ribut Wahyudi, Ken Bagus Yuniarta Zelig, dan Kevin Ferdi Wahyudi.
8 komentar untuk "Fungsi `strptime()` Python untuk Mengubah Teks Menjadi Objek Tanggal dan Waktu"
Hubungi admin melalui Wa : +62-896-2414-6106
Respon komentar 7 x 24 jam, mohon bersabar jika komentar tidak langsung dipublikasi atau mendapatkan balasan secara langsung.
Bantu admin meningkatkan kualitas blog dengan melaporkan berbagai permasalahan seperti typo, link bermasalah, dan lain sebagainya melalui kolom komentar.
- Ikatlah Ilmu dengan Memostingkannya -
Apa yang dimasud dengan brainstorming?
BalasHapusBrainstorming merupakan metode yang digunakan oleh tim perancang untuk menghasilkan suatu ide, guna memecahkan masalah perancangan yang didefinisikan secara jelas. Dalam kondisi terkendali dan lingkungan berpikir yang bebas, tim mendekati masalah dengan cara saling bertanya. Dimana dari hasil kegiatan tersebut akan dihasilkan beragam ide dan dapat menarik hubungan diantara indivu yang terlibat untuk saling menemukan suatu solusi yang paling potensial.
HapusApa saja tipe dari brainstorming?
BalasHapusEmpat tipe brainstorming adalah:
Hapus1. Reverse Brainstorming, merupakan teknik pemecahan masalah yang kreatif diaman masalah yang sedang dibahas dibalik dan dipertimbangkan dari sudut pandang yang berbeda untuk memacu solusi baru dengan hasil yang berbeda pula.
2. Stop-and-Go Brainstorming.
3. Phillips 66 Brainstorming.
4. Brainwriting.
Bagaimana cara melatih lateral thingking?
BalasHapus1. Identifikasi kognisi yang membatasi.
Hapus2. Menggabungkan aktifitas kolaborasi grup.
3. Gunakan teka-teki untuk memutar 'persneling mental'.
4. Integrasikan simulasi dan skenario percabangan.
5. Kembangkan peta pemikiran.
6. Mendorong para pemikir untuk mengadopsi perspektif yang berbeda dari permasalahan yang dibahas.
Bagaimana cara menggunakan teknik Synectics dalam proses berpikir kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan?
BalasHapusDapat dilakukan melalui beberapa urutan langkah berikut:
Hapus1. Identifikasi sumber dan pemilik masalah dan pastikan sumber tersebut menginginkan suatu solusi baru.
2. Pastikan pemilik masalah memiliki kekuatan untuk menerapkan solusi baru.
3. Pahami pola pikir pemilik masalah yang berkaitan dengan bidang masalah.
4. Pahami parameter solusi yang diharapkan.
5. Tentukan ekspektasi pemilik masalah.