Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memahami Keywords dan Identifiers dalam Pemrograman Python

Dalam pemrograman Python, setiap perintah disusun menggunakan aturan penulisan tertentu agar dapat dipahami dan dijalankan oleh interpreter. Dua unsur penting yang menjadi bagian dari aturan tersebut adalah keywords dan identifiers. Keduanya memiliki fungsi berbeda, tetapi saling berkaitan dalam membentuk struktur program.

Sebelum lebih lanjut mempelajari materi tentang cara Memahami Keywords dan Identifiers dalam Pemrograman Python, terlebih dahulu pelajari materi tentang: Memahami Modul time dalam Python untuk Mengelola Waktu dan Durasi Program, Memahami Fungsi time.sleep() dalam Python, dan Memahami Prioritas dan Urutan Evaluasi Operator dalam Python.

Keywords merupakan kata-kata khusus yang telah memiliki makna dan fungsi tertentu dalam bahasa Python. Sementara itu, identifiers adalah nama yang diberikan untuk mengenali berbagai unsur dalam program, seperti variabel, fungsi, kelas, dan objek. Pemahaman terhadap kedua konsep ini menjadi dasar penting sebelum mempelajari struktur data, percabangan, perulangan, fungsi, maupun pemrograman berorientasi objek.

Kesalahan dalam menggunakan kata kunci atau menentukan nama pengenal dapat menyebabkan program tidak dapat dijalankan. Oleh karena itu, penguasaan aturan penulisan keywords dan identifiers membantu menghasilkan kode yang benar, teratur, serta mudah dipahami.

Pengertian Keywords dalam Python

Keywords atau kata kunci merupakan kata khusus yang telah ditetapkan sebagai bagian dari tata bahasa Python. Setiap kata kunci mempunyai fungsi tertentu untuk membentuk instruksi dan mengendalikan alur pelaksanaan program. Karena memiliki makna khusus, kata-kata tersebut tidak dapat digunakan secara bebas sebagai nama variabel, fungsi, atau kelas.

Beberapa contoh keywords yang sering dijumpai adalah `if`, `else`, `for`, `while`, `def`, `class`, `return`, dan `import`. Kata `if` digunakan untuk membuat percabangan berdasarkan kondisi, sedangkan `for` dan `while` digunakan untuk membentuk perulangan. Kata `def` digunakan untuk mendefinisikan fungsi, sementara `class` digunakan untuk mendefinisikan kelas.

Contoh penerapannya dapat dilihat pada kode berikut:
nilai = 85
if nilai >= 75:
  print("Lulus")
else:
  print("Belum lulus")


Pada kode tersebut, `if` dan `else` merupakan kata kunci yang mengatur percabangan. Python membaca kondisi setelah `if`, kemudian menentukan perintah yang harus dijalankan. Jika kondisi bernilai benar, pesan pertama ditampilkan. Sebaliknya, apabila kondisi bernilai salah, perintah setelah `else` dijalankan.

Kata `nilai` bukan keywords, melainkan identifier yang digunakan sebagai nama variabel. Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa kata kunci memiliki fungsi bawaan dalam struktur bahasa, sedangkan identifier digunakan programmer untuk memberikan nama pada unsur yang dibuat.

Daftar Keywords dalam Python

Python memiliki sejumlah kata kunci yang digunakan untuk berbagai keperluan. Kata-kata tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi agar lebih mudah dipelajari. Daftar berikut memuat kata kunci utama yang digunakan dalam sintaks Python modern.

Kelompok


Keywords


Fungsi


  • Nilai khusus

  • True, False, None

  • Menyatakan nilai kebenaran dan nilai kosong.

  • Percabangan

  • if, elif, else

  • Mengatur keputusan berdasarkan kondisi.

  • Perulangan

  • for, while, break, continue

  • Mengatur pengulangan dan alur perulangan.

  • Fungsi

  • def, return, lambda, yield

  • Membentuk fungsi dan mengatur nilai hasil.

  • Kelas dan objek

  • class, pass

  • Mendefinisikan kelas atau menyediakan pernyataan kosong.

  • Logika

  • and, or, not

  • Menggabungkan atau membalik kondisi logis.

  • Perbandingan identitas

  • is

  • Memeriksa identitas dua objek.

  • Keanggotaan

  • in

  • Memeriksa keberadaan suatu nilai dalam kumpulan data.

  • Penanganan kesalahan

  • try, except, finally, raise, assert

  • Mengelola dan memunculkan kesalahan.

  • Pengelolaan variabel

  • global, nonlocal, del

  • Mengatur cakupan atau menghapus referensi nama.

  • Penggunaan modul

  • import, from, as

  • Memanggil modul dan memberikan nama lain.

  • Pengelolaan sumber daya

  • with

  • Mengelola sumber daya melalui konteks tertentu.

  • Pemrograman asinkron

  • async, await

  • Mendefinisikan dan menjalankan operasi asinkron.


Setiap kelompok mempunyai peran yang berbeda. Kata `try` dan `except`, misalnya, digunakan untuk menangani kondisi ketika program mengalami kesalahan. Kata `import` dan `from` membantu menggunakan modul atau bagian tertentu dari modul. Sementara itu, `global` dan `nonlocal` berkaitan dengan cakupan variabel dalam fungsi.

Kata kunci harus ditulis dengan ejaan yang tepat. Python membedakan huruf besar dan huruf kecil, sehingga `True` merupakan kata kunci, sedangkan `true` bukan kata kunci yang sama. Penulisan yang keliru dapat membuat interpreter menganggapnya sebagai nama biasa atau menghasilkan kesalahan ketika digunakan pada posisi yang tidak sesuai.

Memahami Soft Keywords

Selain kata kunci yang selalu memiliki status khusus, Python juga mengenal soft keywords atau kata kunci kontekstual. Kata-kata ini hanya berfungsi sebagai kata kunci pada struktur sintaks tertentu. Di luar konteks tersebut, namanya masih dapat digunakan sebagai identifier biasa.

Contoh soft keywords adalah `match`, `case`, `_`, dan `type` pada konteks tertentu. Kata `match` dan `case` digunakan dalam struktur pencocokan pola. Kata `type` memiliki fungsi khusus dalam pernyataan alias tipe pada versi Python yang mendukung sintaks tersebut.

Contoh penggunaan `match` dan `case` dapat dilihat berikut ini:
hari = 2
match hari:
case 1:
  print("Senin")
case 2:
  print("Selasa")
case 3:
  print("Rabu")
case _:
  print("Hari lainnya")


Pada contoh tersebut, `match` memeriksa nilai variabel `hari`, sedangkan `case` menentukan pola nilai yang dicocokkan. Simbol `_` berfungsi sebagai pola penampung untuk kondisi yang tidak cocok dengan pilihan sebelumnya.

Perlu dipahami bahwa status soft keyword bergantung pada konteks dan versi Python. Hal ini berbeda dari kata kunci utama yang selalu dicadangkan oleh tata bahasa. Perbedaan tersebut memungkinkan Python menambahkan sintaks baru tanpa langsung menghilangkan kemungkinan penggunaan nama yang sama dalam kode lama.

Pengertian Identifiers dalam Python

Identifiers atau pengenal adalah nama yang digunakan untuk mengidentifikasi unsur tertentu dalam program. Programmer dapat menentukan nama variabel, fungsi, kelas, modul, dan objek sesuai kebutuhan selama mengikuti aturan penamaan Python.

Contoh berikut memperlihatkan penggunaan identifier:
nama_siswa = "Dina"
usia = 17
nilai_akhir = 88
def hitung_rata_rata():
  return nilai_akhir
  print(nama_siswa)
  print(usia)
  print(hitung_rata_rata())


Dalam kode tersebut, `nama_siswa`, `usia`, dan `nilai_akhir` merupakan identifier yang digunakan sebagai nama variabel. Sementara itu, `hitung_rata_rata` merupakan identifier untuk nama fungsi. Nama-nama tersebut dibuat oleh programmer agar setiap unsur program dapat dikenali dan dipanggil.

Identifier tidak harus menggunakan kata yang panjang. Nama sederhana seperti `x`, `total`, atau `hasil` tetap dapat digunakan. Namun, nama yang dipilih sebaiknya mencerminkan isi atau tujuan penggunaannya. Penamaan yang jelas akan memudahkan pembacaan kode, terutama ketika program mulai memiliki banyak variabel dan fungsi.

Aturan Penulisan Identifiers

Python menetapkan sejumlah aturan dalam pembentukan identifier. Aturan ini perlu diperhatikan agar nama yang digunakan dapat diterima oleh interpreter.

Aturan


Penjelasan


Contoh


  • Diawali huruf atau garis bawah

  • Karakter pertama dapat berupa huruf atau _.

  • nama, _nilai

  • Tidak diawali angka

  • Angka tidak boleh menjadi karakter pertama.

  • nilai2 benar, 2nilai salah.

  • Dapat mengandung angka

  • Angka dapat digunakan setelah karakter pertama.

  • siswa1, data2026

  • Tidak menggunakan spasi

  • Pemisah kata dapat menggunakan garis bawah.

  • nilai_akhir

  • Tidak menggunakan tanda baca sembarangan

  • Simbol seperti @, !, dan - tidak dapat digunakan sebagai bagian nama biasa.

  • nilai_ujian

  • Tidak menggunakan keywords sebagai nama biasa

  • Kata kunci yang dicadangkan tidak dapat dijadikan identifier.

  • for tidak diperbolehkan.

  • Membedakan huruf besar dan kecil

  • Perbedaan kapitalisasi menghasilkan nama yang berbeda.

  • Nama dan nama

  • Dapat menggunakan huruf Unicode yang memenuhi aturan

  • Nama tidak terbatas pada huruf ASCII selama memenuhi ketentuan bahasa.

  • Bergantung pada karakter yang digunakan.


Contoh identifier yang benar:
nama_siswa = "Raka"
jumlah_data = 25
nilai2 = 90
_total = 150
data_mahasiswa_2026 = []


Sementara itu, contoh berikut tidak sesuai dengan aturan penamaan:
2nilai = 90
nama siswa = "Raka"
nilai-akhir = 85
for = 10


Kesalahan pada contoh pertama terjadi karena identifier diawali angka. Contoh kedua menggunakan spasi, sedangkan contoh ketiga memakai tanda hubung yang ditafsirkan sebagai operator pengurangan. Contoh terakhir menggunakan kata kunci `for` sebagai nama variabel.

Perbedaan Huruf Besar dan Huruf Kecil

Python bersifat case-sensitive, artinya huruf besar dan huruf kecil dianggap berbeda. Aturan ini berlaku pada identifier sehingga `nama`, `Nama`, dan `NAMA` merupakan tiga nama yang berbeda.
nama = "Ayu"
Nama = "Budi"
NAMA = "Citra"
print(nama)
print(Nama)
print(NAMA)


Ketiga perintah tersebut menghasilkan nilai yang berbeda karena masing-masing merujuk pada identifier yang berbeda. Meskipun secara teknis diperbolehkan, penggunaan nama yang hanya berbeda kapitalisasi sebaiknya dihindari apabila tidak benar-benar diperlukan.

Kebiasaan tersebut dapat menimbulkan kebingungan, khususnya ketika program memiliki banyak variabel. Programmer dapat keliru memanggil nama yang berbeda dari variabel yang sebenarnya dimaksud. Oleh karena itu, konsistensi penulisan menjadi bagian penting dalam menjaga keterbacaan program.

Konvensi Penamaan Identifiers

Selain aturan teknis, terdapat konvensi atau kebiasaan penamaan yang membantu membuat kode lebih terstruktur. Konvensi bukan selalu ketentuan yang menyebabkan program gagal apabila dilanggar, tetapi menjadi pedoman agar penulisan kode konsisten.

Jenis identifier


Konvensi penulisan


Contoh


  • Variabel

  • Huruf kecil dengan pemisah garis bawah.

  • nama_lengkap

  • Fungsi

  • Huruf kecil dengan pemisah garis bawah.

  • hitung_total()

  • Kelas

  • Setiap awal kata menggunakan huruf kapital.

  • DataSiswa

  • Konstanta

  • Huruf kapital dengan pemisah garis bawah.

  • BATAS_NILAI

  • Modul

  • Nama singkat dengan huruf kecil.

  • pengolah_data

  • Nama internal

  • Garis bawah di awal sebagai penanda penggunaan internal berdasarkan konvensi.

  • _data_sementara


Penggunaan nama yang menggambarkan tujuan variabel lebih baik daripada nama yang tidak memberikan informasi. Sebagai contoh, `jumlah_siswa` lebih mudah dipahami daripada `x` ketika variabel tersebut menyimpan jumlah siswa dalam sebuah kelas.
jumlah_siswa = 36
jumlah_hadir = 32
persentase_kehadiran = (
jumlah_hadir / jumlah_siswa
) * 100
print(persentase_kehadiran)


Nama variabel pada contoh tersebut membantu pembaca memahami tujuan setiap nilai tanpa harus menelusuri seluruh bagian program. Kebiasaan penamaan yang baik juga mengurangi kebutuhan menambahkan komentar untuk menjelaskan hal-hal yang sebenarnya dapat diterangkan melalui nama identifier.

Perbedaan Keywords dan Identifiers

Keywords dan identifiers sama-sama muncul dalam penulisan program, tetapi keduanya memiliki kedudukan yang berbeda. Keywords telah ditentukan oleh bahasa Python, sedangkan identifiers dapat dibuat oleh programmer.

Aspek


Keywords


Identifiers


  • Pengertian

  • Kata khusus yang memiliki fungsi dalam sintaks Python.

  • Nama untuk mengenali unsur dalam program.

  • Penentuan nama

  • Sudah ditetapkan oleh bahasa Python.

  • Ditentukan oleh programmer.

  • Penggunaan

  • Membentuk instruksi dan struktur program.

  • Memberi nama variabel, fungsi, kelas, dan objek.

  • Kebebasan penamaan

  • Tidak dapat diubah atau digunakan sebagai nama biasa.

  • Dapat dipilih selama memenuhi aturan.

  • Contoh

  • if, else, for, def.

  • nama, total, hitung_data.

  • Perubahan fungsi

  • Maknanya ditentukan oleh tata bahasa Python.

  • Maknanya bergantung pada unsur yang diberi nama.


Perbedaan tersebut dapat diamati dalam satu potongan kode. Pada `def hitung_total():`, kata `def` merupakan keyword yang mengawali definisi fungsi. Sementara itu, `hitung_total` merupakan identifier yang dipilih untuk menamai fungsi. Keduanya bekerja bersama, tetapi tidak dapat saling menggantikan.

Memeriksa Keywords Menggunakan Modul keyword

Python menyediakan modul `keyword` untuk memeriksa apakah suatu kata termasuk kata kunci. Modul ini dapat digunakan untuk menampilkan daftar keywords maupun menguji sebuah kata.
import keyword
print(keyword.kwlist)


Atribut `kwlist` berisi daftar kata kunci utama yang dikenali oleh versi Python yang sedang digunakan. Daftar tersebut berguna ketika programmer ingin mengetahui kata-kata yang tidak dapat digunakan sebagai identifier biasa.

Untuk memeriksa satu kata, gunakan fungsi `iskeyword()`:
import keyword
print(keyword.iskeyword("for"))
print(keyword.iskeyword("nama"))
print(keyword.iskeyword("while"))


Hasilnya:
True
False
True


Nilai `True` menunjukkan bahwa kata tersebut merupakan keyword, sedangkan `False` menunjukkan bahwa kata tersebut bukan keyword utama. Modul ini juga menyediakan fungsi `issoftkeyword()` pada versi Python yang mendukung pemeriksaan soft keywords.
import keyword
print(keyword.issoftkeyword("match"))
print(keyword.issoftkeyword("nama"))


Pemeriksaan tersebut membantu mengenali kata yang memiliki fungsi khusus hanya dalam konteks tertentu. Hasil pemeriksaan dapat bergantung pada versi Python yang digunakan sehingga daftar kata kunci sebaiknya diperiksa melalui lingkungan pemrograman yang sedang dipakai.

Kesalahan Umum dalam Penggunaan Keywords dan Identifiers

Kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan kata kunci sebagai nama variabel. Misalnya, penulisan `class = "XI"` tidak diperbolehkan karena `class` merupakan keyword. Kesalahan tersebut dapat diperbaiki dengan mengganti nama variabel menjadi `kelas`.

Kesalahan berikutnya adalah mengawali identifier menggunakan angka. Penulisan `2026_data` tidak valid, tetapi `data_2026` dapat digunakan. Programmer juga perlu menghindari penggunaan spasi dan tanda baca yang tidak diperbolehkan dalam nama biasa.

Selain itu, ketidakkonsistenan kapitalisasi dapat menyebabkan kesalahan pemanggilan variabel. Variabel `jumlahData` tidak sama dengan `jumlahdata`. Oleh sebab itu, penggunaan pola penamaan yang konsisten perlu diterapkan sejak awal.

Kesalahan lain adalah memilih nama yang terlalu umum atau tidak menggambarkan tujuan penggunaannya. Nama seperti `a`, `b`, dan `c` dapat diterima untuk perhitungan singkat, tetapi kurang informatif dalam program yang kompleks. Nama seperti `harga_barang`, `jumlah_pesanan`, dan `total_pembayaran` memberikan gambaran yang lebih jelas.

Kesimpulan

Keywords dan identifiers merupakan dua unsur mendasar dalam bahasa Python yang memiliki fungsi berbeda. Keywords adalah kata khusus yang telah ditetapkan untuk membentuk sintaks dan mengatur jalannya program. Identifiers merupakan nama yang ditentukan programmer untuk mengenali variabel, fungsi, kelas, dan berbagai unsur lainnya.

Penggunaan keywords harus mengikuti ejaan serta aturan bahasa Python. Sementara itu, identifier harus memenuhi ketentuan penamaan, seperti tidak diawali angka, tidak mengandung spasi, dan tidak menggunakan kata kunci yang dicadangkan. Python juga membedakan huruf besar dan kecil sehingga konsistensi penulisan perlu diperhatikan.

Pemahaman terhadap kedua konsep tersebut bukan sekadar membantu menghindari kesalahan sintaks. Penamaan yang tepat turut menentukan kualitas, keterbacaan, dan kemudahan pengembangan program. Dengan memahami aturan keywords dan identifiers sejak tahap awal, programmer dapat membangun kebiasaan menulis kode yang lebih terstruktur, jelas, dan mudah dipelihara.

Artikel ini akan dibaca oleh: Labib Wrakamurti, Lily Alifa Hadiyanti, Linnda Sabilla Cahya Anggraini, Livia Inka Wibowo, dan Maghfira Izzani Yuliana.

5 komentar untuk "Memahami Keywords dan Identifiers dalam Pemrograman Python"

Hubungi admin melalui Wa : +62-896-2414-6106

Respon komentar 7 x 24 jam, mohon bersabar jika komentar tidak langsung dipublikasi atau mendapatkan balasan secara langsung.

Bantu admin meningkatkan kualitas blog dengan melaporkan berbagai permasalahan seperti typo, link bermasalah, dan lain sebagainya melalui kolom komentar.

- Ikatlah Ilmu dengan Memostingkannya -