Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tuple dalam Python: Pengertian, Cara Membuat, Mengakses, dan Menggunakannya

Dalam pemrograman Python terdapat berbagai jenis struktur data yang digunakan untuk menyimpan sekumpulan nilai. Salah satu struktur data yang cukup penting untuk dipahami adalah tuple. Tuple memiliki bentuk yang hampir menyerupai list karena sama-sama dapat digunakan untuk menampung beberapa data dalam satu variabel. Meskipun demikian, terdapat perbedaan mendasar yang membuat tuple memiliki fungsi tersendiri dalam pemrograman Python.

Sebelum lebih lanjut mempelajari materi tentang Typle dalam Python, terlebih dahulu pelajari materi tentang: Mengenal Pernyataan pass pada Python, Bilangan atau Numbers dalam Python, dan List Python Untuk Menyimpan Banyak Data dalam Satu Variabel.

Tuple digunakan untuk menyimpan sekumpulan nilai yang setelah dibuat tidak dapat diubah secara langsung. Karakteristik tersebut membuat tuple cocok digunakan untuk menyimpan data yang sifatnya tetap. Contohnya adalah koordinat suatu titik, nama bulan, hari dalam satu minggu, ukuran layar, atau kumpulan nilai yang tidak seharusnya berubah selama program berjalan.

Bagi pemula yang sedang mempelajari Python, pemahaman mengenai tuple akan membantu dalam memahami konsep struktur data. Tuple juga sering digunakan bersama list, fungsi, perulangan, dan berbagai bagian lain dalam program Python.

Pengertian Tuple dalam Python

Tuple merupakan struktur data Python yang dapat digunakan untuk menyimpan beberapa nilai secara berurutan. Setiap nilai yang berada di dalam tuple memiliki posisi atau indeks tertentu sehingga data dapat diambil berdasarkan posisi tersebut.

Perbedaan utama tuple dengan list terletak pada sifat datanya. Isi tuple tidak dapat diganti, ditambahkan, atau dihapus satu per satu setelah tuple dibuat.

Contoh sederhana:
buah = ("apel", "mangga", "jeruk")
print(buah)


Hasilnya:
('apel', 'mangga', 'jeruk')

Pada contoh tersebut terdapat tiga data yang disimpan dalam satu variabel bernama `buah`.

Tuple biasanya ditulis menggunakan tanda kurung biasa.
data = (10, 20, 30, 40)

Setiap nilai dipisahkan menggunakan tanda koma.

Walaupun tanda kurung umum digunakan untuk menunjukkan tuple, Python juga dapat mengenali tuple berdasarkan tanda koma. Artinya, tanda koma memiliki peran penting ketika membuat tuple.

Cara Membuat Tuple

Pembuatan tuple cukup sederhana. Letakkan beberapa nilai secara berurutan dan pisahkan setiap nilai menggunakan koma.

Contoh:
angka = (10, 20, 30, 40, 50)

Tuple juga dapat berisi jenis data yang berbeda.
data = (25, "Python", 3.14, True)

Pada contoh tersebut terdapat bilangan bulat, teks, bilangan pecahan, dan nilai logika. Tuple juga dapat digunakan untuk menyimpan tuple lain atau struktur data lain.
data = ("komputer", [10, 20, 30], (1, 2, 3))

Dengan demikian, sebuah tuple tidak harus berisi satu jenis data saja.

Tuple Kosong

Tuple juga dapat dibuat tanpa memiliki isi.
data = ()
print(data)


Hasilnya:
()

Tuple kosong dapat berguna ketika sebuah program membutuhkan variabel yang sejak awal didefinisikan sebagai tuple tetapi belum memiliki data.

Tuple dengan Satu Data

Ada hal penting yang perlu diperhatikan ketika membuat tuple yang hanya mempunyai satu elemen.

Kode berikut belum dianggap sebagai tuple:
data = ("Python")

Python akan menganggapnya sebagai data bertipe teks. Untuk membuat tuple yang hanya memiliki satu elemen, harus ditambahkan koma.
data = ("Python",)

Contoh lain:
angka = (100,)

Tanda koma setelah nilai menjadi bagian penting dari penulisan tuple satu elemen. Perbedaan tersebut dapat diperiksa menggunakan fungsi `type()`.
data1 = ("Python")
data2 = ("Python",)
print(type(data1))
print(type(data2))


Hasilnya akan menunjukkan bahwa `data1` merupakan teks, sedangkan `data2` merupakan tuple.

Membuat Tuple Tanpa Tanda Kurung

Python juga memungkinkan pembuatan tuple tanpa menggunakan tanda kurung.

Contohnya:
data = 10, 20, 30
print(data)


Hasil:
(10, 20, 30)

Cara tersebut disebut sebagai pengemasan tuple karena beberapa nilai ditempatkan bersama menjadi satu tuple. 

Walaupun Python mengizinkannya, penggunaan tanda kurung sering lebih mudah dibaca, terutama ketika program digunakan dalam pembelajaran.
data = (10, 20, 30)

Mengambil Data dari Tuple

Setiap elemen dalam tuple mempunyai nomor indeks. Indeks dimulai dari angka nol.

Misalnya terdapat tuple berikut:
buah = ("apel", "mangga", "jeruk", "pisang")

Posisinya dapat dibayangkan seperti berikut:
  • 0 = apel
  • 1 = mangga
  • 2 = jeruk
  • 3 = pisang

Untuk mengambil data tertentu, gunakan tanda kurung siku.
print(buah[0])

Hasil:
apel

Untuk mengambil elemen kedua:
print(buah[1])

Hasil:
mangga

Indeks pertama selalu dimulai dari nol. Karena itu, indeks elemen terakhir selalu lebih kecil satu angka dibandingkan jumlah seluruh elemen.

Menggunakan Indeks Negatif

Python juga mendukung indeks negatif. Indeks negatif berguna ketika ingin mengambil data dari bagian belakang tuple.

Misalnya:
buah = ("apel", "mangga", "jeruk", "pisang")

Indeksnya dapat digambarkan sebagai:
0 = -4 = apel
1 = -3 = mangga
2 = -2 = jeruk
3 = -1 = pisang

Dengan demikian, elemen terakhir dapat diambil menggunakan indeks `-1`.
print(buah[-1])

Hasil:
pisang

Elemen sebelum terakhir dapat diperoleh menggunakan:
print(buah[-2])

Hasil:
jeruk

Penggunaan indeks negatif cukup praktis ketika posisi data yang ingin diambil berada dekat bagian akhir tuple.

Mengambil Beberapa Data dengan Slicing

Selain mengambil satu elemen, beberapa elemen dalam tuple dapat diambil sekaligus menggunakan teknik slicing atau pemotongan.

Contoh:
angka = (10, 20, 30, 40, 50)
print(angka[1:4])


Hasil:
(20, 30, 40)

Penulisan `[1:4]` berarti mengambil data mulai indeks 1 sampai sebelum indeks 4.

Contoh lainnya:
angka = (10, 20, 30, 40, 50)
print(angka[:3])


Hasil:
(10, 20, 30)

Artinya data diambil mulai dari awal sampai sebelum indeks 3. Untuk mengambil data mulai dari indeks tertentu sampai akhir:
print(angka[2:])

Hasil:
(30, 40, 50)

Slicing menjadi salah satu cara yang berguna ketika hanya sebagian isi tuple yang diperlukan.

Tuple Tidak Dapat Diubah

Sifat paling penting dari tuple adalah tidak dapat diubah setelah dibuat. Dalam istilah Python, kondisi tersebut disebut immutable.

Contohnya:
angka = (10, 20, 30)

Kemudian mencoba mengganti angka kedua:
angka[1] = 100

Kode tersebut akan menghasilkan kesalahan karena elemen tuple tidak dapat diganti secara langsung. Berbeda dengan list yang dapat diubah setelah dibuat, tuple dirancang untuk mempertahankan data yang sudah tersimpan. Karakteristik ini berguna ketika terdapat data yang tidak boleh mengalami perubahan selama program berjalan.

Tuple Dapat Berisi List

Walaupun tuple tidak dapat diubah secara langsung, tuple dapat menyimpan objek yang sebenarnya dapat diubah, misalnya list.

Contoh:
data = ("Python", [10, 20, 30])

Bagian tuple tetap tidak dapat diganti:
data[0] = "Java"

Namun isi list yang berada di dalam tuple dapat diubah:
data[1][0] = 100

Setelah perubahan:
print(data)

Hasil:
('Python', [100, 20, 30])

Hal ini menunjukkan bahwa sifat tidak dapat diubah pada tuple berkaitan dengan elemen yang tersimpan langsung di dalam tuple. Jika salah satu elemen berupa objek yang dapat berubah, isi objek tersebut masih dapat mengalami perubahan.

Menggabungkan Dua Tuple

Dua tuple dapat digabungkan menggunakan operator `+`.

Contoh:
angka1 = (1, 2, 3)
angka2 = (4, 5, 6)
hasil = angka1 + angka2
print(hasil)


Hasil:
(1, 2, 3, 4, 5, 6)

Proses tersebut menghasilkan tuple baru. Tuple awal tetap tidak mengalami perubahan.

Mengulang Isi Tuple

Operator `*` dapat digunakan untuk mengulang isi tuple beberapa kali.

Contoh:
data = ("Python",)
hasil = data * 3
print(hasil)


Hasil:
('Python', 'Python', 'Python')

Cara ini dapat digunakan ketika sebuah nilai perlu diulang beberapa kali dalam bentuk tuple.

Menghapus Tuple

Elemen individual dalam tuple tidak dapat dihapus menggunakan cara seperti pada list. Namun, seluruh tuple dapat dihapus menggunakan perintah `del`.

Contoh:
data = (10, 20, 30)
del data


Setelah perintah tersebut dijalankan, variabel `data` tidak lagi tersedia. 

Jika kemudian digunakan:
print(data)

Python akan memberikan kesalahan karena variabel tersebut sudah dihapus.

Mengetahui Jumlah Elemen Tuple

Fungsi `len()` dapat digunakan untuk mengetahui jumlah elemen yang terdapat dalam tuple.

Contoh:
buah = ("apel", "mangga", "jeruk", "pisang")
jumlah = len(buah)
print(jumlah)


Hasil:
4

Fungsi ini sangat berguna ketika jumlah data perlu diketahui sebelum melakukan proses berikutnya.

Mencari Data dengan Operator in

Python menyediakan operator `in` untuk memeriksa apakah sebuah nilai terdapat dalam tuple.

Contoh:
buah = ("apel", "mangga", "jeruk")
print("mangga" in buah)


Hasil:
True

Jika data tidak ditemukan:
print("pisang" in buah)

Hasil:
False

Untuk memeriksa bahwa suatu nilai tidak terdapat dalam tuple, dapat digunakan `not in`.
print("pisang" not in buah)

Hasil:
True

Menggunakan Perulangan for pada Tuple

Tuple dapat diproses menggunakan perulangan `for`.

Contoh:
buah = ("apel", "mangga", "jeruk")
for item in buah:
print(item)


Hasil:
apel
mangga
jeruk


Perulangan tersebut membaca setiap elemen satu per satu dari awal hingga akhir. Teknik ini sangat berguna ketika seluruh data dalam tuple perlu diproses.

Contoh lainnya:
nilai = (80, 75, 90, 85)
for angka in nilai:
print("Nilai:", angka)


Hasil:
Nilai: 80
Nilai: 75
Nilai: 90
Nilai: 85


Membongkar Isi Tuple

Tuple juga dapat dibagi ke beberapa variabel sekaligus. Proses ini dikenal sebagai pembongkaran tuple.

Contoh:
data = ("Budi", 17, "SMA")
nama, umur, sekolah = data
print(nama)
print(umur)
print(sekolah)


Hasil:
Budi
17
SMA


Jumlah variabel harus sesuai dengan jumlah data yang ingin dibongkar. Cara ini dapat membuat program menjadi lebih ringkas ketika setiap elemen tuple akan digunakan secara terpisah.

Metode count()

Tuple memiliki beberapa metode bawaan. Salah satunya adalah `count()`. Metode `count()` digunakan untuk mengetahui berapa kali sebuah nilai muncul di dalam tuple.

Contoh:
angka = (2, 5, 2, 8, 2, 10)
print(angka.count(2))


Hasil:
3

Artinya angka `2` muncul sebanyak tiga kali.

Metode index()

Metode `index()` digunakan untuk mengetahui posisi kemunculan pertama suatu nilai.

Contoh:
buah = ("apel", "mangga", "jeruk", "mangga")
print(buah.index("mangga"))


Hasil:
1

Walaupun `"mangga"` muncul dua kali, metode tersebut memberikan indeks kemunculan pertama.

Fungsi Python yang Dapat Digunakan pada Tuple

Berbagai fungsi bawaan Python dapat digunakan bersama tuple. Beberapa fungsi yang sering digunakan antara lain:
  • `len()` untuk menghitung jumlah elemen.
  • `max()` untuk mencari nilai terbesar.
  • `min()` untuk mencari nilai terkecil.
  • `sum()` untuk menjumlahkan nilai numerik.
  • `sorted()` untuk menghasilkan data yang sudah diurutkan.
  • `tuple()` untuk mengubah objek tertentu menjadi tuple.

Contoh:
angka = (5, 2, 9, 1, 7)
print(len(angka))
print(max(angka))
print(min(angka))
print(sum(angka))


Hasil:
5
9
1
24


Fungsi `sorted()` juga dapat digunakan:
angka = (5, 2, 9, 1, 7)
hasil = sorted(angka)
print(hasil)


Hasilnya berupa list yang telah diurutkan:
[1, 2, 5, 7, 9]

Perlu diperhatikan bahwa `sorted()` menghasilkan list baru, bukan mengubah tuple menjadi tuple yang terurut.

Mengubah List Menjadi Tuple

List dapat diubah menjadi tuple menggunakan fungsi `tuple()`.

Contoh:
buah = ["apel", "mangga", "jeruk"]
hasil = tuple(buah)
print(hasil)


Hasil:
('apel', 'mangga', 'jeruk')

Cara ini dapat digunakan ketika data yang awalnya berbentuk list sudah tidak perlu mengalami perubahan lagi.

Mengubah Tuple Menjadi List

Sebaliknya, tuple dapat diubah menjadi list menggunakan fungsi `list()`.

Contoh:
data = (10, 20, 30)
hasil = list(data)
print(hasil)


Hasil:
[10, 20, 30]

Teknik ini dapat digunakan ketika data yang sebelumnya bersifat tetap perlu diolah atau diubah. Setelah selesai melakukan perubahan, hasil tersebut dapat kembali dikonversi menjadi tuple jika diperlukan.

Perbedaan Tuple dan List

Tuple dan list memiliki banyak kesamaan. Keduanya dapat menyimpan beberapa data, memiliki indeks, dapat digunakan dalam perulangan, dan dapat berisi berbagai jenis nilai. Perbedaan utama terdapat pada kemampuan untuk mengubah isi. 

List bersifat dapat diubah.
buah = ["apel", "mangga", "jeruk"]
buah[0] = "pisang"
print(buah)


Hasil:
['pisang', 'mangga', 'jeruk']

Sedangkan tuple tidak dapat mengalami perubahan elemen secara langsung.
buah = ("apel", "mangga", "jeruk")
buah[0] = "pisang"


Kode tersebut menghasilkan kesalahan. Oleh karena itu, pemilihan antara list dan tuple sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan program.

Waktu Menggunakan Tuple

Tuple cocok digunakan ketika data yang disimpan tidak perlu diubah selama program berjalan. Contohnya adalah koordinat:
titik = (10, 20)

Data tersebut dapat menggambarkan posisi suatu titik pada bidang koordinat. Contoh lain adalah data bulan:
bulan = (
"Januari",
"Februari",
"Maret",
"April",
"Mei",
"Juni"
)


Jika daftar tersebut memang tidak perlu diubah, tuple dapat menjadi pilihan yang tepat. Tuple juga berguna untuk menyimpan kumpulan data yang memiliki hubungan tertentu.
siswa = ("Andi", 16, 85)

Data tersebut dapat mewakili nama, usia, dan nilai seorang siswa.

Kelebihan Tuple

Tuple mempunyai beberapa kelebihan yang membuatnya tetap banyak digunakan dalam pemrograman Python.
  • Pertama, data tuple tidak dapat diubah secara langsung. Kondisi ini dapat membantu menjaga data agar tidak mengalami perubahan secara tidak sengaja.
  • Kedua, tuple cocok digunakan untuk data yang bersifat tetap.
  • Ketiga, tuple dapat digunakan untuk menyimpan berbagai jenis data dalam satu struktur.
  • Keempat, tuple dapat diproses menggunakan banyak fungsi bawaan Python.
  • Kelima, tuple dapat digunakan dalam beberapa situasi yang membutuhkan struktur data yang tidak dapat diubah.

Kesimpulan

Tuple merupakan salah satu struktur data penting dalam Python yang digunakan untuk menyimpan beberapa nilai secara berurutan. Sekilas bentuknya hampir sama dengan list, tetapi tuple mempunyai karakteristik utama berupa sifat tidak dapat diubah setelah dibuat.

Pembuatan tuple biasanya menggunakan tanda kurung dan koma. Setiap elemen mempunyai indeks yang dimulai dari nol. Data dapat diambil menggunakan indeks biasa maupun indeks negatif. Beberapa elemen juga dapat diambil sekaligus menggunakan teknik slicing.

Walaupun elemen tuple tidak dapat diganti atau dihapus satu per satu, tuple masih dapat digabungkan dengan tuple lain dan diulang menggunakan operator tertentu. Tuple juga dapat digunakan dalam perulangan `for`, pemeriksaan menggunakan `in`, serta berbagai fungsi bawaan Python.

Dua metode utama yang tersedia pada tuple adalah `count()` dan `index()`. Selain itu, fungsi seperti `len()`, `max()`, `min()`, `sum()`, `sorted()`, dan `tuple()` dapat digunakan untuk membantu pengolahan data.

Pemahaman terhadap tuple akan menjadi bekal penting sebelum mempelajari struktur data Python yang lebih lanjut. Setelah memahami perbedaan antara tuple dan list, pemilihan struktur data dalam sebuah program dapat dilakukan dengan lebih tepat sesuai kebutuhan.

Artikel ini akan dibaca oleh: Annisa Ramadhanti, Aprilia Berliani, Arfando Wardana, Arlita Febriana Rahmatyasari, dan Arni Saputri.

6 komentar untuk "Tuple dalam Python: Pengertian, Cara Membuat, Mengakses, dan Menggunakannya"

  1. Apakah buku non aset harus dikembalikan ke perpustakaan daerah secara langsung?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak harus, bisa dikembalikan melalui perpustakaan sekolah.

      Hapus
  2. Jika buku non aset yang saya pinjam diperpus sekolah mengalami kerusakan apakah saya harus menggantinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya karena itu merupakan bagian dari tanggungjawab peminjam buku tersebut.

      Hapus
  3. Berapa lama saya bisa meminjam buku non aset yang ada diperpustakaan sekolah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lama peminjaman buku non aset adalah maksimal enam hari, dan bisa dilakukan perpanjangan masa pinjam dengan melapor ke petugas perpustakaan.

      Hapus

Hubungi admin melalui Wa : +62-896-2414-6106

Respon komentar 7 x 24 jam, mohon bersabar jika komentar tidak langsung dipublikasi atau mendapatkan balasan secara langsung.

Bantu admin meningkatkan kualitas blog dengan melaporkan berbagai permasalahan seperti typo, link bermasalah, dan lain sebagainya melalui kolom komentar.

- Ikatlah Ilmu dengan Memostingkannya -