Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Buku Guru Seni Tari Kelas VII Merdeka Belajar oleh Non Dwishiera Cahya Anasta

Buku dengan judul BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII merupakan Buku Sekolah Elektronik Yang dikeluarkan Kementrian Pendidikan pada Tahun 2021. BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII adalah buku panduan untuk TENAGA PENDIDIK atau Guru pada mata pelajaran Seni Tari kelas VII (Tujuh). Buku dengan judul BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII telah menggunakan kurikulum Merdeka Belajar yang dibuat oleh Non Dwishiera Cahya Anasta dan Diah Kusumawardani Wijayati, serta telah ditelaah oleh Kuswarsantyo dan Heni Komalasari. Buku dengan judul BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII juga telah diselaraskan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

Buku Guru Seni Tari Kelas VII Merdeka Belajar Oleh Non Dwishiera Cahya Anasta
JUDUL BUKU
  • BUKU PANDUAN GURU SENI TARI
[Baca Online]
KODE BUKU
  • ISBN 978-602-244-450-7 (no.jil.lengkap)
  • ISBN 978-602-244-450-3 (jil.1)
KELAS
  • VII (Tujuh)
PENULIS
  • Non Dwishiera Cahya Anasta
  • Diah Kusumawardani Wijayati

Sebelum mempelajari materi tentang Buku Guru Seni Tari Kelas VII Merdeka Belajar oleh Non Dwishiera Cahya Anasta, terlebih dahulu pelajari materi tentang: Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII Merdeka Belajar oleh Rakhma Subarna, Buku Guru Bahasa Inggris Kelas VII Merdeka Belajar oleh Ika Lestari Damayanti, dan Buku Guru Seni Teater Kelas VII Merdeka Belajar oleh Ibe Karyanto.

BUKU PANDUAN GURU SENI TARI juga memiliki desain ilustrasi yang baik yang dikerjakan oleh Alima Hayatun Nufus, serta telah disunting oleh Indah Ariani. Buku ini juga telah diatur tata letaknya sedemikian rupa oleh Romy Saputra.

BUKU PANDUAN GURU SENI TARI diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asiesmen Pendidikan, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, yang berlokasi di Jalan Gunung Sahari Raya No. 4 Jakarta Pusat, dengan kode ISBN 978-602-244-450-7 (no.jil.lengkap) dan ISBN 978-602-244-450-3 (jil.1).

Isi buku menggunakan tipe style huruf Calibri, 12/24 pt. xvi, 216 hlm : 17,6 x 25 cm.

Pada bagian daftar isi, BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII (Oleh Non Dwishiera Cahya Anasta dan Diah Kusumawardani Wijayati) terdiri dari 3 tema yang berisi materi tentang Unit Pembelajaran 1: Sejarah dan Fungsi Tari, Unit Pembelajaran 2: Gerak Tari dan Nilai-nilai dalam Tari Tradisional Indonesia, dan Unit Pembelajaran 3: Membuat Karya Tari.

Latar Belakang:
 BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII (Oleh Non Dwishiera Cahya Anasta dan Diah Kusumawardani Wijayati) merupakan saran penting dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pengetahuan bagi para peserta didik di seluruh Indonesia. Salah satu permasalah utama yang terjadi pada masa otonomi daerah saat ini adalah ketersediaan bahan bacaan atau buku yang sesuai dengan standar nasional pendidikan Indonesia masih kurang, dan cenderung mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Dengan adanya BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII (Oleh Non Dwishiera Cahya Anasta dan Diah Kusumawardani Wijayati) diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia saat ini.

BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII (Oleh Non Dwishiera Cahya Anasta dan Diah Kusumawardani Wijayati) merupakan buku sekolah elektronik atau buku digital yang dibuat dengan cara mengkonversi file sumber cetak ke dalam format yang mampu dioptimalkan lebih baik untuk diunduh, dibaca, dan diambil dari database penyimpanan atau server, yang terdiri dari data kumpulan teks-teks dan gambar yang dibuat secara sistematis dan tidak digunakan untuk kepentingan cetak.

Baca Juga:

Meskipun BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII (Oleh Non Dwishiera Cahya Anasta dan Diah Kusumawardani Wijayati) adalah gratis, namun telah ada etika yang harus dipengang oleh pemilik buku, atau peserta didik (pembaca) dalam enggunakan buku digital tersebut, dimana salah satunya dalah tidak boleh mengklaim hasil karya tersebut sebagai hasil karya pribadi, karena hal itu termasuk dalam praktik pembajakan yang dapat dikenai sanksi.

Fungsi dari BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII (Oleh Non Dwishiera Cahya Anasta dan Diah Kusumawardani Wijayati) adalah sebagai media informasi digilta atau elektronik yang dapat dibagikan atau disebarluaskan tanpa perlu dipungut biaya apapun dari para pembacanya. BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII (Oleh Non Dwishiera Cahya Anasta dan Diah Kusumawardani Wijayati) juga memberikan ide-ide atau gagasan baru yang dapat digunakan untuk mengungkapkan suatu hal secara lebih mudah melalui media tulisan, serta membantu para peserta didik sebagai alat atau media pembelajaran yang dapat menggantikan peran atau fungsi dari buku konvensional yang dicetak melalui media kertas, yang dapat meningkatkan kemampuan literasi para peserta didik di seluruh Indonesia.

Catatan: Buku Sekolah Elektronik atau (BSE) dengan judul BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII (Oleh Non Dwishiera Cahya Anasta dan Diah Kusumawardani Wijayati) merupakan buku digital yang disediakan oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan amant UU No.3 Tahun 2017. Buku Sekolah Elektronik tidak hanya terdiri dari satu jenjang saja, melainkan semua jenjang pendidikan dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) juga tersedia para portal unduh di penelitian.id.

Kelebihan Buku:
  1. BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII (Oleh Non Dwishiera Cahya Anasta dan Diah Kusumawardani Wijayati) merupakan buku digital yang sangat praktis untuk dibawa kemana saja karena pada dasarnya buku tersebut hanyalah untaian data digital yang tersimpan pada perangkat elektronik seperti smartphone atau komputer. Peserta didik hanya perlu membawa satu perangkat tersebut, dan BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII (Oleh Non Dwishiera Cahya Anasta dan Diah Kusumawardani Wijayati) dapat dibawa dan dibawa dimana saja.
  2. BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII (Oleh Non Dwishiera Cahya Anasta dan Diah Kusumawardani Wijayati) tidak perlu ruang penyimpanan khusus, karena dokumen BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII (Oleh Non Dwishiera Cahya Anasta dan Diah Kusumawardani Wijayati) dapat disimpan melalui media penyimpanan gratis seperti google drive, dropbox, dan lain sebagainya.
  3. BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII (Oleh Non Dwishiera Cahya Anasta dan Diah Kusumawardani Wijayati) adalah gratis, karena pemerintah sudah membeli lisensi buku tersebut dari penerbit secara langsung dan membagikannya secara gratis kepada semua peserta didik yang ada di seluruh Indonesia.
  4. BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII (Oleh Non Dwishiera Cahya Anasta dan Diah Kusumawardani Wijayati) adalah buku yang ramah lingkungan, karena mengurangi jumlah penggunaan kertas untuk mencetak buku tersebut.
  5. BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII (Oleh Non Dwishiera Cahya Anasta dan Diah Kusumawardani Wijayati) merupakan buku yang tahan lama, karena buku tersebut pada dasarnya tidak dicetak pada media kertas, melainkan hanya berupa data digital yang disimpan pada perangkat elektronik yang dapat dilakukan perawatan secara baik dan optimal.
  6. BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII (Oleh Non Dwishiera Cahya Anasta dan Diah Kusumawardani Wijayati) adalah jenis buku digital yang dapat dikostumisasi pada perangkat. Hal ini dimungkinkan karena buku tersebut pada dasarnya adalah data digital yang dapat dimanipulasi penggunaannya, seperti dilakukan pembesaran ukuran huruf, diubah posisi bacanya dari posisi potrait menjadi posisi lanscape dan lain sebagainya, sehingga membuat peserta didik dapat menjadi lebih nyaman dalam membaca buku.
  7. BUKU PANDUAN GURU SENI TARI KELAS VII (Oleh Non Dwishiera Cahya Anasta dan Diah Kusumawardani Wijayati) adalah buku yang bebas dari pembajakan, karena lisensi dari buku telah dibeli oleh pemerintah Indonesia untuk disebarluaskan secara gratis kepada seluruh peserta didik yang ada di Indonesia, bahkan seluruh dunia.

Referensi Tambahan:

Artikel ini didedikasikan kepada: Nora Putri Milasari, Noufal Ersa Haffiyan, Novia Nur Alifah, Novina Fitri Astuti, dan Nurul Hidayah.

6 komentar untuk "Buku Guru Seni Tari Kelas VII Merdeka Belajar oleh Non Dwishiera Cahya Anasta"

  1. Adakah yang hobi makan dan belajar seni tari?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seni tari itu adalah kebudayaan dan makanan khas eropa yang diatasnya ditaburi bumbu-bumbu kematian.

      Hapus
  2. Sambil belajar seni tari itu enaknya makan sate Padang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belajar seni tari itu lebih enak klo sambil makan sate Makasar.

      Hapus
  3. Apakah siswa laki-laki yang suka belajar seni tari dapat menghasilkan penari-penari bertulang lunak.

    BalasHapus
  4. Apakah siswa laki-laki yang suka belajar seni tari dapat menghasilkan penari-penari bertulang lunak.

    BalasHapus

Hubungi admin melalui Wa : +62-896-2414-6106

Respon komentar 7 x 24 jam, mohon bersabar jika komentar tidak langsung dipublikasi atau mendapatkan balasan secara langsung.

Bantu admin meningkatkan kualitas blog dengan melaporkan berbagai permasalahan seperti typo, link bermasalah, dan lain sebagainya melalui kolom komentar.

- Ikatlah Ilmu dengan Memostingkannya -
- Big things start from small things -