Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Parent dan Child Class Java Dengan Anggota Data Sama

Referensi variabel dari Parent class mampu memegang object referensinya sendiri seperti halnya referensi object child pada bahasa pemrograman Java. Pada Java, method adalah virtual secara default.


Sebelum lebih lanjut mempelajari materi tentang Parent dan Child Class Java Dengan Anggota Data Sama, terlebih dahulu pelajari materi tentang: Mengakses Anggota Grandparent Java Menggunakan Keyword Super, Method Private Overriding Java dan Fungsinya, dan Method Class Derived Java dan Fungsinya.

Dalam pemrograman berorientasi objek, konsep pewarisan atau inheritance adalah salah satu pilar utama. Hal ini memungkinkan kelas untuk mewarisi sifat dan perilaku dari kelas lainnya, memungkinkan penggunaan kembali kode, dan memungkinkan hierarki kelas yang kuat. Dalam kasus dimana pengembang memiliki kelas anak yang memiliki anggota data yang sama dengan kelas induk, Java menyediakan beberapa metode yang memungkinkan untuk menangani situasi tersebut.

Pengenalan Konsep

Misalkan memiliki kelas "Parent" dan kelas "Child" yang diwarisi dari "Parent". Keduanya memiliki anggota data yang sama, seperti yang akan diilustrasikan dalam contoh berikut:

Contoh:

// Kelas Parent

class Parent {

protected int data;


public Parent(int data) {

this.data = data;}

}


// Kelas Child

class Child extends Parent {

private String additionalData;


public Child(int data

String additionalData

{

super(data);

this.additionalData

additionalData;

}


}


Penanganan Anggota Data yang Sama

Saat memiliki anggota data yang sama di kelas anak dan induk, pengembang dapat menggunakan konstruktor di kelas anak untuk menginisialisasi anggota data yang berasal dari kelas induk. Dalam contoh yang diperlihatkan sebelumnya, pengembang menggunakan super(data) di konstruktor kelas anak untuk meneruskan nilai data ke kelas induk.

Anggota data yang ada di kelas anak, seperti additionalData dalam contoh di atas, tidak memiliki kaitan dengan anggota data yang sama di kelas induk. Ini berarti kelas anak dapat memiliki anggota data tambahan yang unik.

Contoh: Perkirakan hasil output dari program Java berikut.

// Sebuah program Java

// mendemonstrasikan bahwa

// anggota non method dapat

// diakses menurut tipe

// referensi (tidak seperti

// method yang dapat diakses

// menurut object referensi.

class Parent 

int value = 1000

Parent() 

{System.out.println("Parent"

+" Constructor");} 

 

class Child extends Parent 

int value = 10

Child() 

{System.out.println("Child"

+" Constructor");} 

 

/* Driver class */

class Test 

public static void main(String[] args){ 

 

Child obj=new Child(); 

System.out.println("Referensi"

+" dari tipe child :"

+obj.value); 

 

// Catatan bahwa "Parent par =

// new Child()" dapat

// menghasilkan hasil yang

// sama.

Parent par = obj; 

 

// Par yang memegang obj akan

// mengakses nilai variabel

// dari parent class.

System.out.println("Referensi"

+" dari tipe parent : "

+par.value);} 

}

Output:
Parent Constructor
Child Constructor
Referensi dari tipe child : 10
Referensi dari tipe parent : 1000

Jika sebuah referensi variabel parent memegang referensi dari child class dan memilliki "value" variabel dalam kedua parent dan child class-nya, maka hal itu akan mengacu kepada variabel parent class "value", apakah akan memegang referensi object child class atau tidak. Referensi yang memegang referensi object child class tidak akan dapat mengakses anggota dari class child. Hal ini terjadi karena kompilator hanya menggunakan mekanisme polymorphism spesial untuk method pada Java. Karena hal ini, maka sangat mungkin untuk mengakses anggota data child penggunakan pointer parent dengan typecasting.

Baca Juga:

Contoh:

public class Main {

public static void 

main(String[] args) {

Parent parent

new Parent(10);


Child child

new Child(20

"Additional Data");


System.out.println(

"Parent Data: " 

+ parent.data);


System.out.println(

"Child Data: " 

+ child.data);


System.out.println(

"Child Additional Data: " 

+ child.additionalData);

}


}

Pengembang dapat membuat objek dari kelas Parent dan Child, dan mengakses anggota data dengan cara yang sesuai. Meskipun anggota data data ada di kelas Parent, pengembang masih dapat mengaksesnya dari objek Child karena Child mewarisi sifat dan perilaku dari Parent.

Ada beberapa kelebihan yang terkait dengan penggunaan hubungan Parent dan Child Class dengan memiliki anggota data yang sama dalam Java:
  • Pewarisan Kode: Dengan menggunakan pewarisan, pengembang dapat mewarisi sifat dan perilaku dari kelas induk ke kelas anak. Ini memungkinkan untuk menggunakan kembali kode yang sudah ada di kelas induk tanpa perlu menulis ulang di kelas anak. Dalam konteks memiliki anggota data yang sama, ini berarti pengembang dapat menggunakan anggota data yang sama di kelas anak tanpa duplikasi.
  • Mempermudah Perubahan: Jika pengembang perlu mengubah atau menambahkan perilaku atau anggota data yang ada di kelas induk, perubahan tersebut akan otomatis diterapkan di kelas anak yang mewarisi kelas induk. Ini mengurangi risiko kesalahan dan mempermudah pemeliharaan kode.
  • Konsistensi Data: Dengan menggunakan anggota data yang sama di kelas anak dan induk, pengembang memastikan bahwa data yang sama diakses dengan cara yang konsisten dari berbagai objek yang terkait. Ini membantu dalam mempertahankan konsistensi data di seluruh program.
  • Polimorfisme: Polimorfisme adalah kemampuan objek untuk berperilaku berbeda tergantung pada tipe objek yang sesuai. Dengan menggunakan pewarisan dan memiliki anggota data yang sama, pengembang dapat memperlakukan objek dari kelas anak dan kelas induk secara seragam. Ini memungkinkan untuk menggunakan objek kelas anak di mana pun objek kelas induk digunakan, memberikan fleksibilitas dalam desain program.
  • Abstraksi yang Lebih Baik: Dengan memisahkan peran dan tanggung jawab antara kelas induk dan kelas anak, pengembang dapat menciptakan abstraksi yang lebih baik dalam desain program. Ini membantu dalam memahami dan memelihara kode dengan lebih baik dalam jangka panjang.

Dengan memanfaatkan hubungan Parent dan Child Class dengan memiliki anggota data yang sama, pengembang dapat meningkatkan struktur dan fleksibilitas program, serta mengurangi duplikasi kode dan meningkatkan pemeliharaan kode.

Meskipun memiliki banyak kelebihan, penggunaan hubungan Parent dan Child Class dengan memiliki anggota data yang sama juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan:
  • Ketergantungan yang Tinggi: Terlalu banyak kelas anak yang bergantung pada kelas induk dengan memiliki anggota data yang sama dapat menciptakan ketergantungan yang tinggi antara kelas-kelas tersebut. Hal ini dapat menyulitkan untuk melakukan perubahan pada kelas induk tanpa memengaruhi banyak kelas anak yang terkait.
  • Pengurangan Keterbacaan Kode: Jika terlalu banyak anggota data yang sama terduplikasi di berbagai kelas, dapat menyulitkan untuk memahami bagaimana data digunakan dan dimodifikasi di seluruh program. Ini dapat mengurangi keterbacaan dan pemahaman tentang struktur dan perilaku program.
  • Kesulitan dalam Pengelolaan Perubahan: Jika ada perubahan dalam struktur data atau perilaku yang terkait dengan anggota data yang sama, perubahan tersebut harus diterapkan di semua kelas yang memiliki anggota data tersebut. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam memelihara dan mengelola perubahan di seluruh kode.
  • Risiko Over-Engineering: Terkadang, menggunakan pewarisan dan memiliki anggota data yang sama di berbagai kelas mungkin merupakan solusi yang terlalu kompleks untuk masalah yang lebih sederhana. Over-engineering dapat menghasilkan kode yang sulit dipahami dan dipelihara.
  • Keterbatasan Polimorfisme: Meskipun polimorfisme dapat dimungkinkan dengan penggunaan pewarisan, terlalu banyak ketergantungan pada hierarki kelas dengan memiliki anggota data yang sama dapat mengurangi fleksibilitas dan keterbacaan kode.

Dengan mempertimbangkan kekurangan-kekurangan ini, penting untuk menggunakan hubungan Parent dan Child Class dengan bijaksana, dan hanya jika itu merupakan solusi yang tepat untuk masalah yang dihadapi dalam desain program. Menemukan keseimbangan antara penggunaan pewarisan dan menghindari duplikasi kode adalah kunci untuk menciptakan desain program yang baik dan mudah dipelihara.

Kesimpulan

Menerapkan hubungan antara kelas Parent dan Child dengan memiliki anggota data yang sama adalah hal umum dalam pemrograman berorientasi objek. Dalam Java, pengembang dapat menangani situasi ini dengan menggunakan konstruktor di kelas anak untuk meneruskan nilai ke kelas induk. Ini memungkinkan untuk menggunakan kelas anak dengan aman sambil mempertahankan hierarki kelas dan menghindari duplikasi kode yang tidak perlu.

Referensi Tambahan:

Artikel ini didedikasikan kepada: Farisa Nur Rizkika, Gega Agli Dutatama, Herawati Mega, Ilham Bashairil Alam, dan Indah Nur Hastuti.

5 komentar untuk "Parent dan Child Class Java Dengan Anggota Data Sama"

  1. Apa yang dimaksud dengan child class Java?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Child class Java adalah class yang mewarisi properti lain yang dikenal sebagai class anak atau class turunan, atau subclass, dan merupakan class yang propertinya diwarisi dari class induk.

      Hapus
  2. Apa yang dimaksud dengan parent class Java?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada Java, class bisa diturunkan dari class lainnya, sehingga mewarisi bidang dan method cari class tersebut. Class yang berasal dari dari kelas induk juga disebu sebagai superclass atau parent class.

      Hapus
  3. Anak (child) yang menerima warisan, sedangkan bapak (parent) yang memberikan warisan kepada anak.

    BalasHapus

Hubungi admin melalui Wa : +62-896-2414-6106

Respon komentar 7 x 24 jam, mohon bersabar jika komentar tidak langsung dipublikasi atau mendapatkan balasan secara langsung.

Bantu admin meningkatkan kualitas blog dengan melaporkan berbagai permasalahan seperti typo, link bermasalah, dan lain sebagainya melalui kolom komentar.

- Ikatlah Ilmu dengan Memostingkannya -
- Big things start from small things -