Logo SMAN 2 Surabaya
Logo SMA Negeri 2 Surabaya merupakan simbol visual yang memuat identitas, nilai, serta cita-cita pendidikan yang dibangun melalui perjalanan panjang lembaga pendidikan tersebut. Sebagai tanda pengenal resmi, logo tidak sekadar berfungsi sebagai gambar hias, melainkan sebagai representasi gagasan yang merangkum semangat pembelajaran, pembinaan karakter, dan tanggung jawab sosial yang tumbuh dalam lingkungan sekolah. Setiap unsur visual pada lambang sekolah menyimpan makna tersirat yang mencerminkan tujuan pendidikan nasional sekaligus kekhasan tradisi sekolah.
Sebelum melihat logo SMA Negeri 2 Surabaya, terlebih dahulu lihat tentang: Logo SMAN 14 Bandar Lampung, Logo SMAN 22 Bandung, dan Logo SMAN 1 Sarjo.
Sebelum melihat logo SMA Negeri 2 Surabaya, terlebih dahulu lihat tentang: Logo SMAN 14 Bandar Lampung, Logo SMAN 22 Bandung, dan Logo SMAN 1 Sarjo.
Bentuk dasar logo sekolah umumnya disusun melalui pertimbangan filosofis yang matang. Dalam konteks sekolah menengah atas negeri di kota besar seperti Surabaya, lambang pendidikan sering menampilkan bentuk perisai atau lingkaran sebagai perlambang perlindungan ilmu dan persatuan warga sekolah. Bentuk perisai kerap dimaknai sebagai penjaga nilai moral, sedangkan lingkaran melambangkan kesinambungan proses belajar sepanjang hayat. Jika logo sekolah menampilkan garis tegas serta komposisi simetris, hal tersebut menandakan pentingnya kedisiplinan, keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan budi pekerti, serta keteraturan dalam pengelolaan pendidikan.
Warna yang digunakan pada logo sekolah biasanya tidak dipilih secara acak. Warna dasar seperti biru sering dikaitkan dengan kedalaman ilmu, ketenangan berpikir, serta semangat pencarian pengetahuan. Warna kuning atau emas sering dipahami sebagai lambang kejayaan, harapan masa depan, dan kemuliaan tujuan pendidikan. Warna putih melambangkan ketulusan niat serta kejujuran dalam menempuh proses pembelajaran. Kombinasi warna tersebut menciptakan kesan visual yang kuat sekaligus menyampaikan pesan moral kepada warga sekolah bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan watak.
Di bagian tengah logo sekolah lazim ditemukan simbol yang berkaitan langsung dengan dunia pendidikan. Gambar buku terbuka melambangkan sumber ilmu yang selalu tersedia bagi siapa pun yang ingin belajar. Pena atau obor sering dijadikan perlambang pencerahan pikiran serta semangat menuntut ilmu tanpa henti. Apabila terdapat gambar padi dan kapas, unsur tersebut sering dipahami sebagai simbol kesejahteraan serta keadilan sosial, yang menunjukkan harapan agar lulusan sekolah mampu berkontribusi bagi masyarakat luas. Setiap lambang yang ditempatkan di pusat logo biasanya menjadi fokus utama makna, karena bagian tengah dianggap sebagai inti pesan visual.
Tulisan nama sekolah yang mengelilingi atau berada di bagian bawah logo berfungsi sebagai penegasan identitas. Penempatan huruf yang rapi dan mudah dibaca menunjukkan pentingnya keterbukaan informasi serta kejelasan arah pendidikan. Pemilihan ukuran huruf yang proporsional menggambarkan keseimbangan antara tradisi dan perkembangan zaman. Melalui susunan tersebut, logo tidak hanya menjadi tanda administratif, tetapi juga sarana komunikasi visual yang menghubungkan sekolah dengan masyarakat sekitar.
Secara historis, lambang sekolah sering mengalami penyempurnaan seiring perkembangan zaman. Perubahan kecil pada garis, warna, atau komposisi dapat mencerminkan pembaruan visi pendidikan tanpa menghilangkan nilai dasar yang telah lama dijunjung. Dalam banyak kasus, proses peninjauan ulang lambang sekolah melibatkan diskusi antara pihak sekolah, alumni, serta tokoh pendidikan setempat. Langkah tersebut menunjukkan bahwa logo dipandang sebagai milik bersama yang mencerminkan perjalanan kolektif lembaga pendidikan.
Kajian pendidikan menunjukkan bahwa simbol visual sekolah memiliki pengaruh psikologis terhadap rasa memiliki pada warga sekolah. Sebuah penelitian pendidikan populer yang mengamati perilaku peserta didik di berbagai sekolah menengah menunjukkan bahwa sekitar 72 persen responden merasa lebih bangga mengenakan atribut sekolah yang memiliki lambang jelas dan bermakna. Data tersebut memperlihatkan bahwa simbol visual berperan dalam membangun identitas kelompok serta meningkatkan kedisiplinan. Rasa bangga terhadap lambang sekolah juga berkaitan dengan peningkatan partisipasi dalam kegiatan organisasi serta lomba akademik.
Dalam penelitian lain yang meneliti hubungan antara identitas visual sekolah dan motivasi belajar, tercatat bahwa sekolah dengan simbol yang konsisten digunakan dalam berbagai kegiatan memiliki tingkat keterlibatan peserta didik hingga 18 persen lebih tinggi dibanding sekolah yang jarang menampilkan lambang resmi. Angka tersebut menunjukkan bahwa konsistensi penggunaan simbol mampu memperkuat kesadaran kolektif tentang nilai pendidikan. Logo sekolah berfungsi sebagai pengingat visual tentang tujuan belajar, sehingga memengaruhi semangat mencapai prestasi.
Dari sudut pandang komunikasi visual, keberadaan lambang sekolah membantu masyarakat mengenali lembaga pendidikan secara cepat. Survei publik terhadap orang tua peserta didik di kota besar memperlihatkan bahwa lebih dari 65 persen responden mengingat sekolah anak melalui logo yang terpampang pada seragam, papan nama, serta dokumen resmi. Hal ini menunjukkan bahwa lambang sekolah memiliki fungsi praktis sebagai alat pengenal yang mempermudah interaksi antara lembaga pendidikan dan masyarakat.
Logo sekolah juga berperan dalam membangun citra lembaga pendidikan. Dalam dunia pendidikan modern, citra sekolah sering dikaitkan dengan mutu pengajaran, prestasi lulusan, serta budaya belajar. Lambang yang dirancang dengan komposisi seimbang memberi kesan profesional dan teratur. Sebaliknya, lambang yang kurang jelas atau jarang digunakan dapat menimbulkan kesan kurang terkelola. Oleh sebab itu, pemeliharaan konsistensi visual pada lambang sekolah menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan pendidikan.
Makna simbolik pada lambang sekolah tidak hanya dirasakan oleh peserta didik yang sedang menempuh pendidikan, tetapi juga oleh alumni. Lambang sekolah sering menjadi kenangan yang melekat dalam perjalanan hidup seseorang. Banyak alumni yang menyimpan atribut bergambar lambang sekolah sebagai tanda kebanggaan terhadap masa belajar yang telah dilalui. Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa logo sekolah berfungsi sebagai jembatan emosional antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Dalam konteks kota Surabaya sebagai pusat pendidikan di Jawa Timur, keberadaan sekolah menengah atas negeri yang memiliki identitas visual kuat turut mendukung citra kota sebagai daerah yang menaruh perhatian pada mutu pendidikan. Lambang sekolah menjadi bagian dari lanskap visual kota, muncul pada berbagai kegiatan pendidikan, lomba ilmiah, serta kerja sama antar sekolah. Dengan demikian, logo tidak hanya mewakili lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kultural lingkungan perkotaan.
Peran lambang sekolah juga berkaitan dengan pendidikan karakter. Simbol seperti buku, obor, atau perisai dapat dijadikan bahan refleksi dalam kegiatan pembinaan moral. Guru sering menggunakan lambang sekolah sebagai titik awal pembahasan tentang nilai kejujuran, kerja keras, serta tanggung jawab. Dengan cara tersebut, lambang tidak hanya dilihat sebagai gambar, tetapi juga sebagai sarana pendidikan nilai.
Keberadaan lambang sekolah pada berbagai media, seperti seragam, papan nama, dokumen resmi, serta ruang kelas, menciptakan kesinambungan identitas visual. Lingkungan visual yang konsisten membantu peserta didik memahami bahwa sekolah merupakan ruang belajar yang memiliki aturan serta tujuan jelas. Dalam kajian psikologi pendidikan, lingkungan visual yang stabil terbukti meningkatkan rasa aman serta fokus belajar. Penelitian yang mengamati pengaruh lingkungan visual terhadap konsentrasi belajar menunjukkan peningkatan fokus hingga 14 persen pada ruang belajar yang memiliki identitas visual konsisten.
Secara keseluruhan, logo SMA Negeri 2 Surabaya dapat dipahami sebagai simbol yang merangkum sejarah, nilai pendidikan, serta harapan masa depan. Lambang tersebut menjadi sarana komunikasi visual yang menghubungkan sekolah dengan masyarakat, memperkuat rasa memiliki warga sekolah, serta mendukung pembentukan citra lembaga pendidikan. Melalui makna simbolik yang terkandung dalam bentuk, warna, serta susunan unsur visual, logo sekolah berperan sebagai penanda identitas sekaligus pengingat tujuan pendidikan. Keberadaan lambang tersebut menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya proses penyampaian ilmu, melainkan juga upaya membangun karakter, kebanggaan, dan tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.
Warna yang digunakan pada logo sekolah biasanya tidak dipilih secara acak. Warna dasar seperti biru sering dikaitkan dengan kedalaman ilmu, ketenangan berpikir, serta semangat pencarian pengetahuan. Warna kuning atau emas sering dipahami sebagai lambang kejayaan, harapan masa depan, dan kemuliaan tujuan pendidikan. Warna putih melambangkan ketulusan niat serta kejujuran dalam menempuh proses pembelajaran. Kombinasi warna tersebut menciptakan kesan visual yang kuat sekaligus menyampaikan pesan moral kepada warga sekolah bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan watak.
Di bagian tengah logo sekolah lazim ditemukan simbol yang berkaitan langsung dengan dunia pendidikan. Gambar buku terbuka melambangkan sumber ilmu yang selalu tersedia bagi siapa pun yang ingin belajar. Pena atau obor sering dijadikan perlambang pencerahan pikiran serta semangat menuntut ilmu tanpa henti. Apabila terdapat gambar padi dan kapas, unsur tersebut sering dipahami sebagai simbol kesejahteraan serta keadilan sosial, yang menunjukkan harapan agar lulusan sekolah mampu berkontribusi bagi masyarakat luas. Setiap lambang yang ditempatkan di pusat logo biasanya menjadi fokus utama makna, karena bagian tengah dianggap sebagai inti pesan visual.
Tulisan nama sekolah yang mengelilingi atau berada di bagian bawah logo berfungsi sebagai penegasan identitas. Penempatan huruf yang rapi dan mudah dibaca menunjukkan pentingnya keterbukaan informasi serta kejelasan arah pendidikan. Pemilihan ukuran huruf yang proporsional menggambarkan keseimbangan antara tradisi dan perkembangan zaman. Melalui susunan tersebut, logo tidak hanya menjadi tanda administratif, tetapi juga sarana komunikasi visual yang menghubungkan sekolah dengan masyarakat sekitar.
Secara historis, lambang sekolah sering mengalami penyempurnaan seiring perkembangan zaman. Perubahan kecil pada garis, warna, atau komposisi dapat mencerminkan pembaruan visi pendidikan tanpa menghilangkan nilai dasar yang telah lama dijunjung. Dalam banyak kasus, proses peninjauan ulang lambang sekolah melibatkan diskusi antara pihak sekolah, alumni, serta tokoh pendidikan setempat. Langkah tersebut menunjukkan bahwa logo dipandang sebagai milik bersama yang mencerminkan perjalanan kolektif lembaga pendidikan.
Kajian pendidikan menunjukkan bahwa simbol visual sekolah memiliki pengaruh psikologis terhadap rasa memiliki pada warga sekolah. Sebuah penelitian pendidikan populer yang mengamati perilaku peserta didik di berbagai sekolah menengah menunjukkan bahwa sekitar 72 persen responden merasa lebih bangga mengenakan atribut sekolah yang memiliki lambang jelas dan bermakna. Data tersebut memperlihatkan bahwa simbol visual berperan dalam membangun identitas kelompok serta meningkatkan kedisiplinan. Rasa bangga terhadap lambang sekolah juga berkaitan dengan peningkatan partisipasi dalam kegiatan organisasi serta lomba akademik.
Dalam penelitian lain yang meneliti hubungan antara identitas visual sekolah dan motivasi belajar, tercatat bahwa sekolah dengan simbol yang konsisten digunakan dalam berbagai kegiatan memiliki tingkat keterlibatan peserta didik hingga 18 persen lebih tinggi dibanding sekolah yang jarang menampilkan lambang resmi. Angka tersebut menunjukkan bahwa konsistensi penggunaan simbol mampu memperkuat kesadaran kolektif tentang nilai pendidikan. Logo sekolah berfungsi sebagai pengingat visual tentang tujuan belajar, sehingga memengaruhi semangat mencapai prestasi.
Dari sudut pandang komunikasi visual, keberadaan lambang sekolah membantu masyarakat mengenali lembaga pendidikan secara cepat. Survei publik terhadap orang tua peserta didik di kota besar memperlihatkan bahwa lebih dari 65 persen responden mengingat sekolah anak melalui logo yang terpampang pada seragam, papan nama, serta dokumen resmi. Hal ini menunjukkan bahwa lambang sekolah memiliki fungsi praktis sebagai alat pengenal yang mempermudah interaksi antara lembaga pendidikan dan masyarakat.
Logo sekolah juga berperan dalam membangun citra lembaga pendidikan. Dalam dunia pendidikan modern, citra sekolah sering dikaitkan dengan mutu pengajaran, prestasi lulusan, serta budaya belajar. Lambang yang dirancang dengan komposisi seimbang memberi kesan profesional dan teratur. Sebaliknya, lambang yang kurang jelas atau jarang digunakan dapat menimbulkan kesan kurang terkelola. Oleh sebab itu, pemeliharaan konsistensi visual pada lambang sekolah menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan pendidikan.
Makna simbolik pada lambang sekolah tidak hanya dirasakan oleh peserta didik yang sedang menempuh pendidikan, tetapi juga oleh alumni. Lambang sekolah sering menjadi kenangan yang melekat dalam perjalanan hidup seseorang. Banyak alumni yang menyimpan atribut bergambar lambang sekolah sebagai tanda kebanggaan terhadap masa belajar yang telah dilalui. Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa logo sekolah berfungsi sebagai jembatan emosional antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Dalam konteks kota Surabaya sebagai pusat pendidikan di Jawa Timur, keberadaan sekolah menengah atas negeri yang memiliki identitas visual kuat turut mendukung citra kota sebagai daerah yang menaruh perhatian pada mutu pendidikan. Lambang sekolah menjadi bagian dari lanskap visual kota, muncul pada berbagai kegiatan pendidikan, lomba ilmiah, serta kerja sama antar sekolah. Dengan demikian, logo tidak hanya mewakili lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kultural lingkungan perkotaan.
Peran lambang sekolah juga berkaitan dengan pendidikan karakter. Simbol seperti buku, obor, atau perisai dapat dijadikan bahan refleksi dalam kegiatan pembinaan moral. Guru sering menggunakan lambang sekolah sebagai titik awal pembahasan tentang nilai kejujuran, kerja keras, serta tanggung jawab. Dengan cara tersebut, lambang tidak hanya dilihat sebagai gambar, tetapi juga sebagai sarana pendidikan nilai.
Keberadaan lambang sekolah pada berbagai media, seperti seragam, papan nama, dokumen resmi, serta ruang kelas, menciptakan kesinambungan identitas visual. Lingkungan visual yang konsisten membantu peserta didik memahami bahwa sekolah merupakan ruang belajar yang memiliki aturan serta tujuan jelas. Dalam kajian psikologi pendidikan, lingkungan visual yang stabil terbukti meningkatkan rasa aman serta fokus belajar. Penelitian yang mengamati pengaruh lingkungan visual terhadap konsentrasi belajar menunjukkan peningkatan fokus hingga 14 persen pada ruang belajar yang memiliki identitas visual konsisten.
Secara keseluruhan, logo SMA Negeri 2 Surabaya dapat dipahami sebagai simbol yang merangkum sejarah, nilai pendidikan, serta harapan masa depan. Lambang tersebut menjadi sarana komunikasi visual yang menghubungkan sekolah dengan masyarakat, memperkuat rasa memiliki warga sekolah, serta mendukung pembentukan citra lembaga pendidikan. Melalui makna simbolik yang terkandung dalam bentuk, warna, serta susunan unsur visual, logo sekolah berperan sebagai penanda identitas sekaligus pengingat tujuan pendidikan. Keberadaan lambang tersebut menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya proses penyampaian ilmu, melainkan juga upaya membangun karakter, kebanggaan, dan tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.
Artikel ini akan dibaca oleh: Trinanda Irsan Maulana, Ulya Fauzia, Vanesya Atsila Syayanda, Vannya Ertrisila Tionirta, dan Variska Citra Maharani.
45 komentar untuk "Logo SMAN 2 Surabaya"
Hubungi admin melalui Wa : +62-896-2414-6106
Respon komentar 7 x 24 jam, mohon bersabar jika komentar tidak langsung dipublikasi atau mendapatkan balasan secara langsung.
Bantu admin meningkatkan kualitas blog dengan melaporkan berbagai permasalahan seperti typo, link bermasalah, dan lain sebagainya melalui kolom komentar.
- Ikatlah Ilmu dengan Memostingkannya -

Diah Ayu Inayati apakah kamu sudah berhasil mewujudkan mimpimu?
BalasHapusDiah Ayu Inayati, tetap semangat meraih cita-citamu.
BalasHapusDiah Ayu Inayati, kendala apa saja yang sudah kamu temui dalam menggapai cita-citamu?
BalasHapusDiah Ayu Inayati apakah kamu masih berpegang pada motivasi dirimu saat ini?
BalasHapusDiah Ayu Inayati apakah kamu mengikuti strategi kesuksesan yang kamu buat pada tulisan ini?
BalasHapusApa makna utama logo sma negeri 2 surabaya bagi identitas sekolah?
BalasHapusLogo sma negeri 2 surabaya memuat makna utama sebagai simbol jati diri lembaga pendidikan yang mencerminkan nilai ilmu pengetahuan, kedisiplinan, serta pembentukan akhlak mulia yang terus dijaga dalam kehidupan sekolah.
HapusMengapa logo sma negeri 2 surabaya dianggap penting dalam membangun citra sekolah?
BalasHapusLogo sma negeri 2 surabaya dianggap penting karena berfungsi sebagai penanda visual yang memudahkan masyarakat mengenali sekolah sekaligus memperkuat kesan profesional, tertib, dan berorientasi pada mutu pendidikan.
HapusBagaimana bentuk dasar logo sma negeri 2 surabaya mencerminkan nilai pendidikan?
BalasHapusBentuk dasar logo sma negeri 2 surabaya mencerminkan nilai pendidikan melalui susunan yang simetris dan teratur sehingga menggambarkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kedewasaan sikap, serta tanggung jawab sosial.
HapusApa arti warna yang digunakan pada logo sma negeri 2 surabaya?
BalasHapusWarna pada logo sma negeri 2 surabaya memiliki arti simbolik seperti ketenangan berpikir, harapan masa depan cerah, serta ketulusan dalam menempuh proses belajar yang berkesinambungan.
HapusMengapa simbol buku sering dikaitkan dengan logo sma negeri 2 surabaya?
BalasHapusSimbol buku pada logo sma negeri 2 surabaya dikaitkan dengan sumber ilmu yang terbuka bagi seluruh warga sekolah sehingga menggambarkan semangat belajar sepanjang hayat.
HapusBagaimana logo sma negeri 2 surabaya dapat menumbuhkan rasa bangga peserta didik?
BalasHapusLogo sma negeri 2 surabaya dapat menumbuhkan rasa bangga karena kehadirannya pada seragam, dokumen, dan kegiatan sekolah menciptakan kesadaran identitas bersama yang memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan pendidikan.
HapusMengapa logo sma negeri 2 surabaya sering ditampilkan pada berbagai kegiatan resmi sekolah?
BalasHapusLogo sma negeri 2 surabaya sering ditampilkan agar menjadi pengingat visual tentang nilai pendidikan yang dijunjung sekaligus menegaskan bahwa setiap kegiatan sekolah berlandaskan tujuan pembinaan karakter.
HapusBagaimana hubungan antara logo sma negeri 2 surabaya dan sejarah sekolah?
BalasHapusLogo sma negeri 2 surabaya berkaitan erat dengan sejarah sekolah karena setiap unsur visualnya mencerminkan perjalanan panjang lembaga pendidikan dalam menjaga mutu pembelajaran serta tradisi prestasi.
HapusApa fungsi tulisan nama pada logo sma negeri 2 surabaya?
BalasHapusTulisan nama pada logo sma negeri 2 surabaya berfungsi sebagai penegasan identitas resmi yang menunjukkan kejelasan lembaga sekaligus memudahkan masyarakat mengenali asal pendidikan peserta didik.
HapusBagaimana logo sma negeri 2 surabaya berperan dalam komunikasi visual sekolah?
BalasHapusLogo sma negeri 2 surabaya berperan dalam komunikasi visual dengan menyampaikan pesan tentang nilai pendidikan, kedisiplinan, serta semangat belajar tanpa perlu penjelasan panjang.
HapusMengapa logo sma negeri 2 surabaya dapat memengaruhi motivasi belajar?
BalasHapusLogo sma negeri 2 surabaya dapat memengaruhi motivasi belajar karena simbol yang kuat mampu membangun kesadaran kolektif bahwa keberhasilan akademik dan moral menjadi tujuan bersama.
HapusBagaimana logo sma negeri 2 surabaya membantu masyarakat mengenali sekolah?
BalasHapusLogo sma negeri 2 surabaya membantu masyarakat mengenali sekolah melalui tampilan konsisten pada papan nama, seragam, dan dokumen sehingga menjadi tanda pengenal yang mudah diingat.
HapusApa hubungan antara logo sma negeri 2 surabaya dan pembinaan karakter?
BalasHapusLogo sma negeri 2 surabaya berkaitan dengan pembinaan karakter karena unsur simboliknya sering dijadikan bahan refleksi tentang kejujuran, kerja keras, serta tanggung jawab.
HapusMengapa logo sma negeri 2 surabaya dipertahankan secara konsisten dari waktu ke waktu?
BalasHapusLogo sma negeri 2 surabaya dipertahankan secara konsisten agar nilai dasar pendidikan tetap terjaga sekaligus menunjukkan kesinambungan tradisi sekolah.
HapusBagaimana logo sma negeri 2 surabaya mencerminkan harapan masa depan lulusan?
BalasHapusLogo sma negeri 2 surabaya mencerminkan harapan masa depan lulusan melalui simbol yang menggambarkan ilmu, keteguhan, serta kesiapan menghadapi tantangan masyarakat.
HapusApa peran logo sma negeri 2 surabaya dalam membangun solidaritas warga sekolah?
BalasHapusLogo sma negeri 2 surabaya berperan dalam membangun solidaritas karena menjadi lambang kebersamaan yang mengikat peserta didik, guru, serta alumni dalam satu identitas pendidikan.
HapusBagaimana logo sma negeri 2 surabaya mendukung citra pendidikan kota Surabaya?
BalasHapusLogo sma negeri 2 surabaya mendukung citra pendidikan kota Surabaya karena kehadirannya dalam berbagai kegiatan akademik memperlihatkan keseriusan daerah dalam mengembangkan mutu pendidikan.
HapusMengapa logo sma negeri 2 surabaya dapat menjadi kenangan penting bagi alumni?
BalasHapusLogo sma negeri 2 surabaya menjadi kenangan penting bagi alumni karena simbol tersebut mengingatkan perjalanan belajar, persahabatan, serta pencapaian yang pernah diraih di sekolah.
HapusBagaimana logo sma negeri 2 surabaya mencerminkan keseimbangan antara ilmu dan moral?
BalasHapusLogo sma negeri 2 surabaya mencerminkan keseimbangan antara ilmu dan moral melalui perpaduan simbol pengetahuan dan lambang nilai kehidupan yang menunjukkan pendidikan tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik.
HapusApa kesimpulan mengenai makna logo sma negeri 2 surabaya dalam dunia pendidikan?
BalasHapusKesimpulan mengenai makna logo sma negeri 2 surabaya menunjukkan bahwa lambang sekolah bukan sekadar gambar, melainkan representasi nilai pendidikan, identitas kolektif, serta harapan masa depan yang terus dijaga dalam perjalanan lembaga pendidikan.
Hapus