Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Observasi Penelitian Tindakan Kelas dan Tahap Pelaksanaannya

Pelaksanaan Penelitian Tindakan kelas merupakan proses yang dilakukan untuk mencoba memecahkan berbagai masalah yang berasal dari berbagai disimplin ilmu dan tradisi dalam kegiatan penelitian, utama dalam dunia Pendidikan. Istilah pelaksaan Penelitian Tindakan Kelas merupakan suatu istilah yang dapat digunakan pada seluruh kegiatan penelitian dan memiliki arti bagi para peneliti itu sendiri. 

Sebelum mempelajari materi tentang Observasi Penelitian Tindakan Kelas dan Tahap Pelaksanaannya, terlebih dahulu pelajari materi tentang: Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas dan Pengertiannya, Prinsip Penelitian Tindakan Kelas dan Alur Logikanya, dan Perencanaan Penelitian Tindakan Kelas.

Pelaksanaan penelitian juga dapat bermakna implementasi penelitian yang melakukan suatu proses penyelidikan ilmiah atas pertanyaan-pertanyaan mengenai tahap pelaksanaan tindakan oleh atas niat tertentu, yang dapat berupa kebijakan, atau praktik individu secara kolektif.

Pelaksanaan penelitian dapat mempertimbangkan setiap aspek implementasinya, termasuk juga faktor-faktor yang memengaruhi kegiatan pelaksanaan peneltian, proses implementasi penelitian, dan hasil implementasi dan pelaksanaan penelitian, termasuk juga bagaimana cara untuk memperkenalkan solusi potensial ke dalam sistem tertentu dalam skala besar dan berkelanjutan. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan penelitian atau PTK adalah untuk memahami apa, mengapa, dan bagaimana suatu intervensi dalam bekerja dalam pengaturan di kehidupan nyata dan untuk menguji suatu pendekatan guna dapat memperbaikinya.

Pelaksanaan penelitian pada kegiatan Penelitian Tindakan Kelas berupaya untuk memahami dan bekerja dalam kondisi dunia nyata, ketimbang mencoba untuk mengendalikan kondisi tersebut atau menghilangkan pengaruhnya sebagai suatu efek kausal. Hal ini menyiratkan bahwa tahap pelaksanaan penelitian bekerja dengan suatu populasi yang akan terpengaruh oleh intervensi, ketimbang memiliki bentuk penerimaan manfaat yang mungkin saja tidak mewakili target dari populasi tersebut.

Konteks memainkan peran yang sentral dalam kegiatan pelaksanaan penelitian pada Penelitian Tindakan Kelas. Konteks tersebut dapat mencakup lingkungan sosial, lingkungan budaya, lingkungan ekonomi, lingkungan politik, lingkungan hukum, dan lingkungan fisik, serta proses pengaturan kelembagaan yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan dan proses interaksinya, serta berkaitan pula dengan kondisi demografis dan epidemiologis.

Pelaksanaan adalah menerapkan apa yang telah direncanakan untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas atau PTK. Perlu diingat dan dipahami bahwa tindakan pada pelaksanaan PTK haruslah sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya, namun juga harus terkesan 'alamiah' dan tidak direkayasa. Hal ini akan berpengaruh dalam proses refleksi pada tahap selanjutnya nanti (dalam PTK) dan agar hasilnya dapat disinkronkan dengan maksud semula.

Baca Juga:

Ketika menulis laporan PTK, peneliti tidak perlu menuliskan apa yang direncanakan sebagaimana pada tahap I atau Tahap Perencanaan Penelitian Tindakan Kelas, tetapi langsung menuliskan apa yang dilaksanakan. ketidaklengkapan dalam menuliskan proses pelaksanaan dalam laporan PTK, dapat berakibat pada ditolaknya laporan hasil PTK pada tahap publikasi.

Menurut Prof. Supardi dalam Suyadi (2012) observasi adalah tahap pengumpulan data pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memberikan makna lain observasi. Menurutnya, observasi merupakan alat untuk gambaran sudah seberapa jauh dampak atau efek tindakan yang telah mencapai sasaran. Pada langkah ini, peneliti harus menguraikan jenis data yang dikumpulkan, cara mengumpulkan, dan alat atau instrumen pengumpulan data baik itu berupa angket, wawancara, observasi, dan lain sebagainya. 

Tahap Observasi pada PTK merupakan cara atau teknik pengumpulan data melalui proses pengamatan secara langsung ataupun tidak langsung. Proses pengumpulan data tersebut tergolong dalam bentuk yang partisipatif, karena kegiatan observasi harus melibatkan diri peneliti dalam setting tertentu dimanapun responden berada, baik dalam proses pencatatan ataupun perekaman data observasi. Metode pengumpulan data dalam kegiatan observasi dapat berupa kegiatan pengamatan, perekaman suara, pembacaan, sentuhan, dan perilaku atau kegiatan lainnya yang melibatkan suatu karakteristik fenomena.

Observasi merupakan method pengumpulan data yang dapat dilakukan secara terstruktur ataupun tidak terstruktur dalam kegiatan penelitiannya. Dalam proses observasi terstruktur atau sistematis, proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa variabel tertentu dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan pula. Sedangkan untuk proses obervasi dengan metode pengamatan tidak terstruktur, dilakukan dengan cara yang terbuka dan bebas dalam arti tidak akan ada variabel atau tujuan yang ditentukan sebelumnya pada proses tersebut.

Selain itu, proses pengumpulan data pada tahap observasi PTK dapat dibagi menjadi kategori terbuka dan kategori terselubung atau tertutup (seperti niat jahatmu kepada dia :D). Dalam kegiatan observasi terbuka subjek penelitian secara sadar mengetahui bahwa dirinya sedang diamati. Sedangkan pada proses observasi terselubung, disisi lain, pengamat disembunyikan dan anggota kelompok sampel tidak menyadari bahwa dirinya sedang diamati. Proses observasi PTK secara terselubung dianggap lebih efektif karena dalam hal ini anggota kelompok sampel akan cenderung berperilaku secara wajar dengan implikasi positif pada nilai keaslian temuan penelitian. 

Apa kelebihan dan kekurangan tahap observasi PTK?

Kentungan dari metode pengumpulan data observasi pada kegiatan PTK salah satunya adalah kemampuan untuk mengakses langsung ke fenomena penelitian, tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi dalam hal aplikasi, dan menghasilkan catatan-catatan fenomena yang permanen untuk dirujuk dikemudian hari. Juga, pada saat yang sama pula, metode ini terkadang juga kurang menguntungkan pada kegiatan penelitian atau PTK dimana proses observasi harus dilakukan pada waktu yang lebih lama, dan dengan tingkat bias yang lebih tinggi, yang juga dapat berdampak pada data primer hasil observasi, sehingga kehadiran pengamat dapat memengaruhi pola perilaku pada elemen kelompok sampel. 

Catatan: Penting pula untuk dicatat bahwa tahap observasi penelitian dapat dikaitkan dengan masalah etika tertentu dalam kegiatan penelitian, seperti proses persetujuan yang diinformasikan sepenuhnya dari peserta penelitian, merupakan salah satu proses pertimbangan etis dasar yang harus dipatuhi oleh para peneliti. Karena, pada saat yang bersamaan, perilaku anggota kelompok sampel juga dapat berubah dengan implikasi negatif pada tingkat validitas tertentu dalam kegiatan penelitian, jika dirinya diberitahu tentang kehadiran dari pengamat itu sendiri.

Jika Tahap Observasi pada Penelitian Tindakan Kelas atau PTK dilakukan dengan cara yang kolaboratif, maka proses pengamatan dalam kegiatan harus dilakukan oleh seorang kolaborator, bukan guru (peneliti) yang sedang melakukan kegiatan penelitian. Namun demikian, baik itu tindakan yang dilaksanakan oleh guru atau peneliti, kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh kolaborator kedua kegiatan tersebut haruslah dilaksanakan pada waktu yang sama dan dalam satu kondisi tempat yang jelas. Inilah sebabnya, mengapa Suharsimi (2006) mengatakan kurang tepat jika pengamatan disebut sebagai tahap ketiga. Sebab, antara tahap II (Tahap Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas) dan tahap III (ketiga) pada kegiatan penelitian harus dilangsungkan secara bersamaan. Walaupun demikian, tidak ada salahnya kita menyebut 'pengamatan' sebagai tahap ketiga dalam kegiatan PTK. Hanya saja, sebutan ini hanya untuk membedakan antara tindakan dan pengamatan, bukan menunjukkan suatu urutan atau tahapan baru dalam proses PTK.

Pada saat guru sedang melakukan observasi penelitian (tindakan) dikelas, maka secara spontan seluruh perhatian dan aktivitasnya terpusat pada reaksi atau tindakan yang dilakukan oleh peserta didik beserta tindakan yang akan dilakukan oleh guru atau peneliti. Atas dasar ini, maka sangat tidak mungkin seorang guru atau peneliti mengamati tindakannya sendiri, karena tindakan tersebut dapat menghasilkan suatu bias pada kegiatan penelitian dan dapat pula menghasilkan laporan penelitian dengan tingkat subjektifitas yang sangat tinggi. Disinilah diperlukan seorang pengamat yang siap menyimpan setiap peristiwa atau kejadian yang terjadi selama proses penelitian, pengamat sebaiknya juga membuat catatan-catatan kecil agar memudahkan peneliti dalam menganalisis data pada proses penelitiannya.

15 komentar untuk "Observasi Penelitian Tindakan Kelas dan Tahap Pelaksanaannya"

  1. Balasan
    1. Arikunto, Suharsimi, et al. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

      Hapus
    2. Suyadi. (2012). Panduan Penelitian Tindakan Kelas. DIVA Press. Jogyakarta.

      Hapus
  2. Metode pengumpulan data observasi tergolong studi partisipatif, karen peneliti harus membenamkan diri pada pengkondisian dimana responden tersebut berada ketika melakukan proses pengumpulan dan pencatatan data.

    BalasHapus
  3. Jenis-jenis dari metode observasi apa aja sih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terdapat beberapa tipe dari metode observasi yang dapat dilakukan, mulai dari metode observasi terpisah dimana peneliti tidak terlibat dalam kegiatan observasi dan observasi langsung dimana peneliti terlibat langsung dalam proses pencatatan atau pengumpulan data observasi, dengan beberapa metode yang bisa dipakai adalah sebagai berikut:
      1. Observer lengkap.
      2. Observer bertindak sebagai peserta.
      3. Peserta bertindak sebagai observer.
      4. Peserta lengkap.

      Hapus
  4. Bagaimana cara menuliskan hasil observasi kedalam sebuah riset?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menuliskan hasil observasi ke dalam sebuah riset adalah sebagai berikut:
      1. Identifikasi tujuan.
      2. Tentukan apa yang akan diobservasi dan mengapa dilakukan observasi.
      3. Tetapkan metode dokumentasi selama kegiatan observasi.
      4. Pengembangan pertanyaan dan teknik observasi.
      5. Lakukan pengamatan dan pencatatan.
      6. Analisis perilakukan dan penarikan kesimpulan.

      Hapus
  5. Secara umum ada berapasih tahapan implementasi PTK?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Secara umum ada 6 tahapan:
      1. Identifikasi masalah
      2. Pengembangan strategi tindakan
      3. Melakukan pengumpulan data
      4. Analisis data dan kesimpulan
      5. Melakukan modifikasi teori dan proses perulangan
      6. Melaporkan hasil kegiatan (PTK)

      Hapus
  6. Pelaksanaan PTK dalam lingkungan kelas memang memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kemampuan proses pembelajaran bagi para peserta didik jika dilaksanakan dengan baik. Dalam hal ini pihak-pihak yang terlibat secara sadar mengembangkan kemampuan untuk melakukan deteksi dan pemecahan masalah dalam dunia pendidikan dan pembelajaran melalui suatu langkah atau tindakan yang bermanfaat.

    BalasHapus
  7. Manfaat dari pelaksanaan PTK adalah memberikan solusi atau pemecahan masalah ataupun juga memperbaiki situasi melalui proses pengamatan yang cermat guna mendapat hasil ukur implementasi terbaik. Dengan catatan bahwa kegiatan PTK tersebut dilaksanakan sesuai dengan kaidah penelitian tindakan atau action research.

    BalasHapus
  8. Apa saja tantangan yang sering menjadi kendala dalam pelaksanaan PTK?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beberapa kendala dalam pelaksanaan PTK biasanya adalah dukungan finansial untuk pelaksanaan kegiatan penelitian, beban mengajar terlalu berat atau terlalu banyak sehingga tidak memiliki waktu untuk mengembangkan penelitian, kurangnya keterampilan dan pengetahuan penelitian, kurangnya bahan dan sumber untuk kegiatan penelitian, dan bebera jenis kendala lainnya.

      Hapus
    2. Kurang berdoa kepada ALLAH,,

      Hapus

Hubungi admin melalui Wa : +62-896-2414-6106

Respon komentar 7 x 24 jam, mohon bersabar jika komentar tidak langsung dipublikasi atau mendapatkan balasan secara langsung.

Bantu admin meningkatkan kualitas blog dengan melaporkan berbagai permasalahan seperti typo, link bermasalah, dan lain sebagainya melalui kolom komentar.

- Ikatlah Ilmu dengan Memostingkannya -
- Big things start from small things -