Pinned

Penelitian Pustaka dan Lapangan Beserta Pengertiannya

Penelitian berdasarkan lokasi merupakan kegiatan penelitian yang melibatkan proses manipulasi variabel pada suatu kondisi tertentu untuk mengetahui sekaligus menghindari segala bentuk atau efek dari hubungan sebab akibat antar variabel yang saling berkaitan. Fitur kunci untuk mengendalikan berbagai metode dan alokasi acak dari sampel yang digunakan dalam kegiatan adalah dengan membawa sampel penelitian tersebut pada suatu ruang atau pengkondisian yang dapat menghindarkannya dari faktor variabel lain yang tidak bisa diamati. 


3 Jenis Utama Kegiatan Penelitian Berdasarkan Lokasinya, Penelitian Pustaka Salah Satunya
Ilustrasi Penelitian Berdasarkan Lokasi


Kegiatan penelitian yang dilakukan berdasarkan lokasi meliputi proses investigasi yang akan menghasilkan suatu hipotesis yang teruji secara ilmiah. Dalam kegiatan penelitiannya, variabel independent atau penyebab, akan dimanipulasi dan variabel dependen atau efek akan diukur pada setiap jenis pengamatannya yang telah ditentukan.

Keuntungan dalam melakukan kegiatan penelitian berbasis lokasi adalah hasil pengamatan dapat dilakukan dengan lebih objectif karena variabel luar yang dapat menjadi bias pada proses pengamatan dapat dihilangkan. 

Catatan: pada kegiatan penelitian berbasis lokasi, yang dianggap 'lokasi' adalah tempat dimana hasil pengukuran dari sampel diambil, bukan bentuk keseluruhan dari populasi. Seperti kegiatan pengamatan yang dilakukan untuk menguji kepopuleran produk tertentu pada wilayah cakupan provinsi, dan dilakukan pengambilan sampel pada kabupaten tertentu dalam provinsi tersebut. Maka, yang menjadi ranah penelitian dalam kegiatan penelitian lokasi adalah lokasi dari sampel atau wilayah kabupaten, buka keseluruhan provinsi, atau lebih tepatnya kegiatan dimana sumber data dari hasil pengamatan tersebut diambil.

Terdapat Tiga Jenis Penelitian Berdasarkan Lokasinya, yaitu:

Penelitian Laboratorium
Laboratorium adalah tempat bekerja untuk melakukan kegiatan percobaan atapun penyelidikan terhadap bidang ilmu tertentu (Kertiasa, 2006). Laboratorium juga dapat dimaknai dalam artian yang lebih sempit sebagai suatu ruangan tertutup dimana kegiatan penelitian atau percobaan terhadap subjek penelitian dilakukan, 'tempat' dalam hal ini adalah sesuatu yang mengacu pada definisi laboratorium dapat diartikan sebagai ruangan tertutup, kamar, atapun ruangan terbuka.

Penelitian laboratorium merupakan bentuk penelitian berbasis lokasi yang menempatkan kegiatan pengamatan dalam kondisi kendali level tertinggi, dimana hasil pengukuran yang sangat akurat dapat dihasilkan pada kegiatan penelitian ini.


Peneliti akan memutuskan pada kegiatan penelitian berbasis laboratorium dimana lokasi penelitian tersebut akan diambil, pada waktu kapan, dengan jumlah partisipan yang ditentukan, dan dengan prosedur standar yang dikondisikan secara tertib.

Partisipan akan diambil dari alokasi acak pada setiap kelompok variabel independen pada kegiatan penelitian ini.

Contoh kegiatan penelitian laboratorium adalah seperti kegiatan penelitian pengembangan Manusia Buatan Menggunakan Sistem Kecerdasan Buatan yang Ditanamkan pada Sistem Organ Buatan dari Material Vibranium pada Lab Stark Tower ( :D taukan yang dimaksud!!).

Pada contoh, kegiatan penelitian berbasis laboratorium memiliki keunggulan dalam hal kemudahan untuk melakukan replikasi pada kegiatan percobaan, karena prosedur standar yang digunakan dapat dilakukan secara berulang, juga memungkinkan untuk melakukan kontrol secara tepat dari variabel asing dan variabel independen yang memungkinkan suatu hubungan sebab akibat dari kegiatan penelitian dapat langsung dibangun. 

Sedangkan untuk batasan pada kegiatan penelitian laboratorium seperti yang dijelaskan pada contoh sebelumnya adalah kepalsuan setting yang dapat menghasilkan perilaku tidak alami yang tidak mencerminkan kehidupan nyata, yakni berupa validitas ekologis rendah. 

Dimana hal ini juga terjadi pada penelitian yang dilakukan pada contoh, yang mengakibatkan terciptanya ultron yang tujuan awalnya adalah untuk melindungi umat manusia tapi menjadi berprilaku sebaliknya. Karena hal tersebut, pada kegiatan penelitian laboratorium tidak mungkin untuk dilakukan generalisasi hasil temuan terhadap setting pada kehidupan nyata. Tidak hanya itu, bentuk kelemahan lain dari kegiatan penelitian berbasis laboratorium adalah karakteristik permintaan atau efek eksperimen dapat membuat hasil menjadi bias dan bahkan dapat menjadi variabel pengganggu dalam kegiatan penelitian.

Penelitian Lapangan
Penelitian lapangan memiliki definisi yang berbeda-beda bergantung dari setiap definisi peneliti yang melakukan penelitian atau penulis yang membuat sebuah jurnal penelitan ilmiah (Anderson dan Widener, 2007)Birnberg et al (1990) mengatakan bahwa natural setting tidak tercipta untuk tujuan utama dalam melakukan penelitian. Ferreia dan Merchant's (1992) mengatakan bahwa penelitian lapangan memiliki definisi yang tergantung dari definisi para periset atau peneliti yang melibatkan pengalaman langsung dan secara mendalam terhadap para anggota yang terlibat dan bidang atau lapangan dari penelitian yang diinformasikan dari dalam dan muncul dari kontak langsung antara lingkungan penelitian dan peneliti itu sendiri. Ferreira dan Merchant's juga menambahkan bahwa interview dan observasi langsung adalah sebagai sumber data utama. Penelitian lapangan digunakan untuk menyaring hasil survei atau menambahkan interpretasi baru atau menemukan hal lain yang tidak penting.

Penelitian lapangan merupakan kegiatan penelitian yang dapat yang langsung diselesaikan dalam lingkungan alami atau lingkungan biasa, yang tidak perlu dikondisikan secara khusus dari partisipan. Kegiatan penelitian lapangan meliputi proses manipulasi variabel independen, tetapi dalam pengkondisian dikehidupan nyata atau tidak diperlukan variabel kontrol ekstra pada kegiatan penelitiannya.

Contoh penelitian pada kegiatan penelitian lapangan adalah pada penelitian-penelitian sosial seperti Penelitian Tingkat Kesukaan Masyarakat pada Suatu Wilayah X terhadap Produk Y.

Kelebihan dari kegiatan penelitian lapangan adalah hasil dari kegiatan penelitian ini lebih merefleksikan hasil alami dari proses pengamatan, atau hasil akhir dari kegiatan penelitian lapangan adalah lebih baik dalam hal validitas ekologis daripada penelitian laboratorium. Kelebihan lainnya dari kegiatan penelitian lapangan adalah terdapat kemungkinan yang lebih kecil dari permintaan karakteristik yang memengaruhi hasil penelitian, karena peserta penelitian mungkin bahkan tidak tahu sama sekali bahwa mereka sedang menjadi bagian dari kegiatan penelitian. 

Namun, kekurangan dari kegiatan penelitian lapangan adalah terdapat lebih sedikit kontrol atas variabel asing yang mungkin saja dapat membuat hasil menjadi lebih bias, dan sudah pasti hal ini akan membuat sulit bagi para peneliti lain untuk melakukan replikasi ulang kegiatan penelitian tersebut dengan cara yang sama persis.

Penelitian Pustaka
Penelitian pustaka atau studi pustaka adalah sebuah metode yang biasa digunakan untuk menyelidiki secara teliti beberapa pendekatan yang berbeda dari topik penelitian yang akan diteliti (Lage dan Godinho, 2010). Studi literatur Jurnal dan proceedings adalah dokumen ilmiah yang biasa diselidiki pada kegiatan penelitian untuk menemukan informasi penelitian yang baru (Ngai et al, 2008 dan Lage dan Godinho, 2010).

Penelitian pustaka merupakan bentuk penelitian yang berisi kegiatan pengumpulan materi secara mendalam yang berkaitan dengan satu atau beberapa topik pengamatan yang sedang diteliti dalam kegiatan penelitian tersebut. Penelitian pustaka umumnya mencakup kegiatan pemilihan atau seleksi secara mendalam tentang bahan atau topik dalam kegiatan tertentu atau serangkaian topik yang berisi sumber-sumber primer atau sumber pertama dari suatu topik materi ataupun sumber sekunder yang telah diuji validitasnya. Penelitian pustaka dilakukan untuk memenuhi kebutuhan peneliti dalam mencari sumber data untuk menjadi dasar atau bahan pertimbangan dalam kegiatan penelitian dengan sumber bahan yang lebih otentik dan berkualitas. Penelitian pustaka biasanya melekat pada lembaga akademis atau lembaga penelitian yang berspesialisasi pada topik tertentu dan melayani anggota tertentu saja. 

Perpustakaan universitas biasanya dianggap sebagai sumber dari kegiatan penelitian pustaka karena berisi berbagai sumber materi yang lengkap dan berkualitas dan juga biasanya berisi berbagai sumber materi primer yang sifatnya sudah diarsipkan atau dilindungi. 

Catatan: Kegiatan penelitian pustaka bukanlah kegiatan penelitian yang dilakukan di perpustakaan, melainkan kegiatan penelitian yang sumber pengamatannya mengacu pada berbagai literatur primer atau sekunder yang berkualitas dan asli. 

Kegiatan penelitian pustaka terkadang juga menghadapi tantangan yang unik dalam kegiatan pelaksanaannya seperti membuat bahan penelitian yang dapat diakses dan tersedia bagi para peneliti itu sendiri. Tidak hanya itu, pada kegiatan penelitian pustaka para peneliti juga perlu memastikan keaslian dari sumber pustaka yang digunakan dalam kegiatan penelitian, dan juga memastikan sebanyak apa sumber materi tersebut telah diakses secara terbuka oleh sumber-sumber kegiatan penelitian yang lain. 

Contoh kegiatan penelitian pustaka adalah penelitian-penelitan yang biasa dilakukan dalam kegiatan kajian Islam atau pada kegiatan permasalahan yang berbasis Islam, dimana pada kegiatan penelitian tersebut hampir sebagian besar sumber kutipannya diambil dari kegiatan studi pustaka Al-Quran dan Al-Hadist, bukan dari prasasti peninggalan Petapa Hagoromo.


Artikel ini didedikasikan kepada: Egi Dia Saputri, Eka Firmansyah, Farah Nadiyah Lesmana, Ika Nur Savitri, dan Khoirul Amri.

13 komentar:

  1. Balasan
    1. Anderson, S. W., dan Widener, S. K. (2006). Doing Quantitative Field Research in Management Accounting. Handbooks of Management Accounting Research. pages: 319-341.

      Hapus
    2. Birnberg, J. G., Shields, M. D. & Young, S. M. (1990). The case for multiple methods in empirical management accounting research (with an illustration from budget setting). Journal of Management Accounting Research, 2, 33–66.

      Hapus
    3. Ferreira, L. D. & Merchant, K. A. (1992). Field research in management accounting and control: a review and evaluation. Accounting, Auditing & Accountability Journal, 5, 3–34.

      Hapus
    4. Kertiasa, N. (2006). Laboratorium sekolah dan pengelolaannya. Pudak Scientific: Jakarta.

      Hapus
    5. Lage, J. M., dan Godinho, F. M. (2010). Variation of the kanban system: literature review and classiļ¬cation. International Journal of Production Economics 125, 13-21.

      Hapus
    6. Ngai, E. W. T., Moon, K. K., Riggins, F. J., dan Yi, C. Y. (2008). RFID research: an academic literature review (1995-2005) and future research directions. International Journal of Production Economics 112 (2), 510-520.

      Hapus
  2. Kegiatan apasih yang sebenarnya dilakukan didalam laboratorium?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jawabannya adalah, TIDAK TAHU. Ada banyak sekali laboratorium penelitian diberbagai belahan dunia, dan bisa dikatakan dalam lab tersebut dilakukan banyak hal. Misal dibidang ilmu roket, ilmu roket sebenarnya sangat sederhana, tetapi teknik pengembangan roket adalah sesuatu yang sangat sulit.

      Atau contoh lain kegiatan seperti yang dilakukan pada lab Supercomputer Computations Research Institute di Florida State University, seperti:

      Pemodelan cuaca dan visualisasi data empiris yang menunjukkan bahwa arus naik tajam yang muncul pada simulasi sebenarnya merupakan sesuatu yang bersifat nyata dan bukan artefak.

      Pemodelan tumpahan minyak yang menunjukkan bulu ditengah tumpahan turun dan membahayakan terumbu karang dan habitat lain pada landasan kontinen.

      Investigasi kimia kuantum ke transretinal, dimana kita ketahui bahwa bahan kimia merupakan bahan yang penting bagi penglihatan.

      Simulasi dan visualisasi waktu nyata dari sebuah molekul dengan 4000 atom dalam sebuah klster tertentu.

      Visualisasi migrasi sel glial pada otak tikus.

      Visualisasi tabrakan dekat antara elektron dan proton yang menunjukkan do-si-do dari kepadatan muatan.

      Studi acak dari elektroencephalogram yang menunjukkan bahwa pasien ALzheimer pada beberapa kondisi aktifitas saraf yang secara keseluruhan lebih sederhana daripada neurotipikal.

      Visualisasi hasil eksperimen fisikan berenergi tinggi, yaitu saling melempar pertikel sehingga menghasilkan ledakan dan membusuk.

      Simulasi kromadinamika kuantum yang melibatkan interaksi gluon-gluon.

      Studi tentang gen fibrosis kistik, elektroforesis gel, dan bioinformatika dari genom manusia.

      Terlepas dari konsep science aktual, pada lab tersebut telah dilakukan banyak sekali peningkatan dalam hal visualisasi, animasi, dan superkomputer.

      Dan juga perlu diketahui bahwa FSU secara luas juga dianggap sebagai univeritas yang cukup jelek dalam hal penelitian, kecuali dalam hal sepak bolanya. Namun, tetap saja kegiatan penelitian yang dilakukan didalam laboratorium juga merupakan sesuatu yang menyenangkan.

      Lantas kenapa ada yang berpendapat bahwa kegiatan penelitian merupakan sesuatu yang membosankan? Menurut beberapa pendapat alasan kenapa kegiatan penelitian terasa membosankan adalah karena setiap peneliti diharuskan mengajukan sebuah pertanyaan. Dan ini bukan suatu hal yang mudah ketimbang sekadar melaksanakan kegiatan penelitian secara langsung yang tujuannya hanya untuk membuktikan suatu teori ataupun juga mengulang kegiatan eksperimen lama atau sekadar bersenang-senang dengan science.

      Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa sebuah universitas bukanlah universitas jika tidak memiliki kegiatan penelitian. Kenapa, karena dengan meneliti kita memiliki target untuk mencapai suatu hal, berbeda dengan praktik lapangan dalam kegiatan magang yang katanya bertujuan menambah pengalaman, bahwa sebagian besar target dari siswa praktikan tersebut adalah untuk segera menyelesaikan magangnya tanpa benar-benar peduli terhadap kemampuan yang mereka dapat selama proses magang.

      Hapus
  3. Tahapan penelitian pustaka itu seperti apasih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penelitian pustaka melibatkan proses step-by-step yang digunakan untuk mengumpulkan informasi untuk menulis makalah, membuat presentasi, atau menyelesaikan suatu proyek penelitian. Satu maju dari satu step ke step selanjutnya, biasanya perlu untuk membuat suatu cadangan materi, melakukan revisi, menambah materi, atapun juga melakukan pengubahan dari materi yang telah dikumpulkan sebelumnya. Hal ini tergantung pada apa yang telah ditemukan oleh peneliti selama kegiatan penelitian. Ada banyak sekali alasan dalam penyesuaian materi pada kegiatan penelitian pustaka. Misal, pada saat kegiatan ditemukan bahwa topik yang dibahas ternyata terlalu luas dan perlu dipersempit kajiannya, sumber informasi yang memadai kurang tersedia, kegiatan yang akan diteliti mungkin kurang mendukung dari tujuan thesis yang akan dibuat, atau ukuran proyek tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

      Proses penelitian itu sendiri melibatkan proses indentifikasi dan penemuan informasi yang relevan, melakukan analisis terhadap apa yang telah ditemukan, dan mengembangkan serta mengungkapkan ide-ide yang ada. Dimana keterampilan ini sama dengan perkerjaan saat sedang membuat laporan ataupun juga proposal. Dalam kegiatannya, penelitian pustaka biasa melibatkan sumber-sumber primer dan juga sumber sekunder pada kegiatannya.

      Sumber sekunder, merupakan penelitian yang dilakukan oleh peneliti lain. Dimana peneliti tersebut mendeskripsikan, dan atau mengevaluasi informasi yang ditemukan dalam sumber primer. Dengan melakukan pengemasan ulang informasi, sumber sekunder membuat informasi lebih dapat untuk diakses. Beberapa contoh sumber sekunder adalah buku, artikel jurnal dan majalah, eksiklopedia, buku saku, kamus, indeks berkala, review, dan lain sebagainya.

      Sumber primer merupakan sumber asli dari suatu karya. Sumber ini mewakili pemikiran orisinal, laporan tentang penemuan, dan berbagai informasi baru. Biasanya sumber primer mewakili tampilan formal pertama dari penelitian asli. Sumber primer meliputi data statistik, manuskrip, survei, pidato, biografi atau otobiografi, buku harian, sejarah lisan, wawancara, karya, atau seni dan sastra, laporan penelitian, dokumen pemerintah, program komputer, dokumen asli seperti akta kelahiran, transkrip percobaan, dan lain sebagainya.

      Hapus
  4. Bagaimana cara supaya saya bisa mulai menjadi seorang peneliti?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penelitian merupakan rangkaian proses pengumpulan dan penyelidikan pengetahuan yang mengarah pada sebuah solusi terhadap masalah yang ada pada bidang tersebut. Langkah-langkah seseorang untuk dapat melakukan penelitian:

      1. Pelajari lebih dalam terhadap minat dan bakat yang kita miliki. pengetahuan umum yang didapat bangku sekolah saja adalah sesuatu yang tidak cukup.
      2. Proses pemahaman yang dilakukan secara mendalam pada suatu bidang, akan membuat kita menyadari beberapa hal ataupun permasalahan yang belum diketahui solusinya atau memang baru pertama kali disadari dan belum banyak yang dilakukan pengembangan dibidang permasalahan tersebut.
      3. Dari berbagai masalah yang ditemukan pada hal yang kita pahami tersebut, lakukan pengelompokkan mulai dari tingkat permasalahan yang mudah, sedang, hingga yang tersulit.
      4. Juga dapat dilakukan komunikasi atau meminta bantuan dari ahli pada bidang tersebut.
      5. Pada proses perjalanan mencari solusi dari permasalahan tersebut, mungkin kita akan menghabiskan banyak sekali waktu bahkan jika itu hanya untuk membuat sedikit kemajuan kecil.
      6. Jangan pernah merasa kecewa.
      7. Catat dan publikasikan setiap hasil yang telah ditemukan selama proses pencarian solusi tersebut. hal ini bertujuan untuk membantu kita dalam proses perbaikan dan juga menghindari kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.
      8. Akhirnya solusipun ditemukan.
      9. Catat setiap hasil perkembangan yang telah ditemukan. Mungkin proses ini akan memakan banyak sekali waktu bahkan usia kita sekalipun, tetapi dari apa yang telah kita capai tersebut kita akan menemukan kebanggaan bagi diri kita sendiri dalam menghadapi suatu tantangan yang ada di alam semesta.

      Hapus

Hubungi admin melalui Wa : +62-896-2514-6106

Respon komentar 7 x 24 jam, mohon bersabar jika komentar tidak langsung dipublikasi atau mendapatkan balasan secara langsung.

Bantu admin meningkatkan kualitas blog dengan melaporkan berbagai permasalahan seperti typo, link bermasalah, dan lain sebagainya melalui kolom komentar.

- Ikatlah Ilmu dengan Memostingkannya -
- Big things start from small things -